Komisi III DPR Dukung Polda Metro Usut Tuntas Kematian Sutrimo

2 jam yang lalu 4
Komisi III DPR Dukung Polda Metro Usut Tuntas Kematian Sutrimo Ilustrasi(Dok Istimewa)

ANGGOTA Komisi III DPR RI sekaligus Anggota Panja Kasus Dugaan Tipikor Febrie Adriansyah DPR RI, Hasbiallah Ilyas, mendukung Polda Metro Jaya mengusut tuntas kematian laki-laki berjulukan Sutrimo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hasbiallah menyoroti temuan awal kondisi jenazah nan mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, nan menurutnya secara kasatmata mengindikasikan adanya dugaan keracunan.

"Temuan medis awal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata dan memerlukan hasil uji laboratorium forensik serta otopsi nan mendalam," ujar Hasbiallah dalam keterangannya, Senin (27/7/2027).

Hasbiallah menegaskan pentingnya penanganan nan sangat serius mengingat Sutrimo disebut sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Latar belakang tersebut dinilai dapat memicu beragam spekulasi liar di tengah masyarakat andaikan kepolisian tidak segera memberikan kepastian norma dan info nan akurat.

"Apalagi almarhum diketahui merupakan penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Keterkaitan latar belakang ini membikin spekulasi di tengah masyarakat berkembang semakin liar ke beragam arah jika tidak segera ditangani secara transparan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah paling tepat untuk menjawab kesimpangsiuran info di ruang publik adalah melalui pendekatan investigasi berbasis ilmiah. Menurutnya, hanya melalui ketegasan, keterbukaan, serta pembuktian ilmiah dari pihak kepolisian, teka-teki penyebab kematian almarhum dapat terungkap secara utuh.

Polda Metro Jaya berbareng Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki peristiwa meninggalnya seorang laki-laki berjulukan Sutrimo pada Kamis (23/7/2026). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, berasas info awal, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area laman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, sebelum akhirnya pihak rumah sakit menyatakan almarhum tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Ia mengatakan interogator Direktorat Reserse Kriminal Umum berbareng Polres Metro Jakarta Selatan saat ini tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan penjelasan terhadap sejumlah saksi kunci. Beberapa pihak nan dimintai keterangan antara lain family almarhum, pengemudi ambulans, hingga petugas rumah sakit nan menangani awal penemuan korban.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan nan bertindak untuk memperoleh kebenaran secara utuh. Karena prosesnya tetap berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," ujar Budi melalui keterangannya, Minggu (26/7/2026). (H-2)

Selengkapnya