Ilustrasi ibu menyusui(Magnific)
DOKTER Konselor laktasi dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC meminta agar para ibu tidak memaksa ASI keluar ketika payudara bengkak. Ia mengatakan memompa ASI terlalu keras dapat merusak jaringan payudara.
"Jangan dipaksa keluar, justru pijatan nan terlalu keras saat memompa ASI bakal merusak jaringan dalam payudara. Malah makin menambah kerusakan," ujar Anastasia dalam sebuah obrolan daring di Jakarta, Selasa (4/8).
Dokter nan berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu mengatakan saat payudara bengkak, ibu dianjurkan untuk memijatnya dengan lebih lembut.
Selain itu, mengompres tetek menggunakan air dingin juga dapat membikin tetek rileks.
Ia menjelaskan kesalahan lain nan dilakukan ketika tetek bengkak ialah terlalu sering memompa dengan dugaan bakal menambah volume ASI nan dihasilkan.
"Ibu mencoba meningkatkan suplai, padahal (payudaranya) sedang radang. Ini malah semakin mudah untuk terkena mastitis (infeksi dan peradangan)," ucapnya.
Ia mengimbau agar ibu nan mengakami mastitis tetek segera mencari support pada tenaga ahli. Jangan melakukan penanganan secara berdikari di rumah dalam jangka waktu nan lama.
Sebab, peradangan tetek itu bakal lebih lama disembuhkan. Anastasia juga mengatakan di suatu kondisi, ada kemungkinan ibu sebenarnya memerlukan antibiotik untuk mengatasi peradangan nan disebabkan infeksi.
"Segera cari support dan support emosional dari orang sekitar," kata dia.
Mastitis, kata Anastasia, dapat terjadi di antaranya akibat kesalahan posisi pelekatan ketika menyusui dan agenda memompa ASI nan berubah-ubah.
Untuk mencegahnya dia menyarankan agar para ibu mengompres tetek menggunakan air hangat ketika tidak bengkak sehingga pembuluh dari di saluran ASI dapat melebar alias mandi air hangat.
"Hangat itu pada saat tidak ada nyeri, bengkak, penuh, boleh. Selama tidak ada nyeri, boleh kompres hangat sebelum menyusui alias sebelum pompa, termasuk mandi air hangat. Tapi nan kompres dingin, justru setelahnya alias jika sudah ada nyeri, pakai kompres dingin," papar dia. (Ant/H-4)







English (US) ·
Indonesian (ID) ·