Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti

5 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti

JAKARTA - Kemenangan dramatis Kanada atas Afrika Selatan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 tak lepas dari kontroversi keputusan wasit. Sebelum Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan pada masa wounded time, Kanada sempat merasa dirugikan setelah klaim penalti mereka di penghujung babak pertama ditolak, meski insiden tersebut telah ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR).

Peristiwa itu terjadi ketika Richie Laryea dijatuhkan bek Afrika Selatan, Khuliso Mudau, di dalam kotak penalti saat mencoba mengirim umpan ke depan gawang. Wasit langsung melanjutkan permainan dan memberikan tendangan gawang. VAR kemudian melakukan pemeriksaan otomatis, namun memutuskan tidak merekomendasikan tinjauan ulang di show sehingga keputusan awal tetap dipertahankan.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Kanada, suporter, hingga pelatih Jesse Marsch. Mantan pelatih Leeds United itu terlihat sangat emosional dan menghampiri perangkat pertandingan saat jeda babak pertama karena menilai timnya kehilangan peluang emas untuk membuka keunggulan.

Baca Juga: Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Kontroversi itu juga mendapat sorotan dari pakar perwasitan ITV, Christina Unkel. Menurut mantan wasit FIFA tersebut, pelanggaran terhadap Laryea seharusnya berujung hadiah penalti bagi Kanada. Ia mengakui ada perdebatan mengenai posisi kaki pemain bertahan, namun kontak yang terjadi dinilai cukup untuk dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

Selengkapnya