Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Jalan Kokrosono Semarang Bertambah

19 jam yang lalu 3
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Jalan Kokrosono Semarang Bertambah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi datang melayat ke rumah duka korban kecelakaan kereta api di perlintasan Jalan Kokrosono, Kota Semarang.(MI/Akhmad Safuan)

JUMLAH korban meninggal bumi akibat kecelakaan maut nan melibatkan sepeda motor dan kereta api di perlintasan Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, bertambah menjadi dua orang. Korban terbaru, Rujito, 45, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Rujito menyusul keponakannya, Hafizh Rehan, 9, seorang siswa sekolah dasar nan lebih dulu dinyatakan meninggal bumi di letak kejadian pada Senin (20/7). Berdasarkan pemantauan pada Selasa (21/7), suasana duka mendalam menyelimuti kediaman family di Kaliasin, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.

Ketua RT di Kelurahan Kuningan, Tri Priyanto, mengonfirmasi bahwa Rujito meninggal bumi saat dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. Sementara itu, satu korban lain nan merupakan keponakan Rujito, Ibrahim, 12, siswa kelas IV SDIT Al Kolam Simongan, tetap menjalani perawatan medis akibat luka-luka nan dideritanya.

"Setiap pagi Rujito sering mengantar dua keponakannya berangkat sekolah di SDIT Al Kolam Simongan. Pagi itu, saat mengantarkan sekolah seperti biasanya, terjadi musibah kecelakaan tersebut," ujar Tri Priyanto.

Tri menjelaskan bahwa saat kejadian awal, Hafizh Rehan nan duduk di bangku kelas III SD meninggal di tempat. Rujito sempat dilarikan ke ruang ICU RSUP Dr Kariadi dalam kondisi kritis. "Korban koma dan tidak pernah sadarkan diri selama masa perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia," tambahnya.

Kabar duka ini menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, nan langsung datang melayat ke rumah duka di Kaliasin untuk menyampaikan belasungkawa kepada family korban. Luthfi mengaku sangat prihatin lantaran musibah ini terjadi tepat pada awal tahun aliran baru saat anak-anak hendak berangkat sekolah.

"Peristiwa ini sangat mengetuk hati. Mari kita mendoakan korban nan meninggal dan bagi korban nan tetap dirawat semoga segera diberikan kesembuhan," kata Ahmad Luthfi.

Gubernur juga menekankan bahwa kejadian ini kudu menjadi pelajaran krusial bagi seluruh masyarakat untuk lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Ia mengimbau penduduk agar tidak menerobos perlintasan ketika sirene sudah bersuara alias petugas telah memberikan peringatan, meskipun palang pintu belum sepenuhnya tertutup. (I-2)

Selengkapnya