Polisi Mengevakuasi Jenasah Korban Bentrokan di Adonara, Flores Timur(Dok Polres Flores Timur )
KORBAN tewas bentrok antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan bertambah dari sebelumnya dua orang, menjadi tiga orang.
Tiga korban tersebut ialah Nayamudin Iskandar, 21 asal Dusun Bele, Desa Waiburak, serta Petrus Kopong Emit dan Hugo, 62 asal Dusun Lewonara, Desa Narasaoni. Dua korban telah dimakamkan, dan satu korban lagi dijadwalkan dimakamkan Minggu (19/7).
Sedangkan korban nan dirawat di rumah sakit berjumlah lima orang ialah Purnama BL, 19, dan Siti Soleha, 63, keduanya berasal dari Desa Waiburak, sedangkan tiga orang lagi dari Desa Narasaosina ialah Sipriano M Ama, Thomas Tubun dan Anwar Sabon.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, sebanyak 20 unit rumah penduduk terbakar. Sampai hari ini, personel campuran tetap disiagakan di titik-titik strategis perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perselisihan susulan.
"Masyarakat di kedua dusun tetap berjaga di lingkungan masing-masing sebagai corak kewaspadaan, namun kondisi secara umum dapat dikendalikan melalui pengamanan, patroli dialogis, dan penemuan awal nan dilakukan secara berkelanjutan," kata AKP Eliezer A. Kalelado.
Menurutnya, abdi negara keamanan dari Polres Flores Timur berbareng TNI terus mengedepankan langkah-langkah kemanusiaan dan preventif, mulai dari membantu proses pemindahan korban, melaksanakan pengamanan, hingga membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa untuk memulihkan situasi agar aktivitas masyarakat kembali normal.
"Kami membujuk seluruh penduduk untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh info nan belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga persaudaraan demi terciptanya situasi kamtibmas nan kondusif dan kondusif," kata AKP Eliezer A. Kalelado. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·