Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan sukses mengidentifikasi korban KM Nurul Salsa nan tenggelam(MI/Lina Herlina)
TIGA wanita menjadi korban pertama nan identitasnya terungkap dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar. Dua jenazah tambahan sukses diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan, menyusul satu korban sebelumnya, nan paling pertama ditemukan.
Kepastian ini sekaligus mempertegas bahwa operasi pencarian sekarang memasuki fase paling penting, untuk menemukan 15 orang lainnya nan tetap hilang, dengan satu jenazah laki-laki tidak dikenal nan tetap menunggu identifikasi.
Nama dalam daftar duka musibah KM Nurul Salsa disesuaikan setelah melalui proses forensik nan cermat, Tim DVI Polda Sulsel akhirnya memastikan identitas dua jenazah nan ditemukan pada hari ketujuh operasi SAR, Minggu (21/7). Mereka adalah Hasriati, 40, dan, Bau Intang, 50.
Dengan hasil ini, total korban jiwa nan menunggal telah terkonfirmasi secara resmi menjadi tiga orang. Sebelumnya, Tim DVI lebih dulu mengidentifikasi jenazah Salmawati, 34.
"Identifikasi ini bukan sekadar administrasi, tetapi corak tanggung jawab kemanusiaan kami kepada keluarga. Setiap jenazah kudu dipastikan identitasnya sebelum diserahkan, agar hak-hak korban dan ketenangan jiwa family bisa segera terpenuhi," ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, Selasa (23/7).
Dari total 76 orang nan dipastikan berada di atas kapal nan mengalami kecelakaan laut itu, sebanyak 58 orang sukses selamat. Namun, tetap ada 15 nama nan belum ditemukan. Terdiri dari 14 orang nan tetap dinyatakan lenyap dan satu jenazah laki-laki lain nan telah ditemukan namun belum teridentifikasi.
Karena persoalan waktu, Tim SAR Gabungan sekarang mengubah strategi pencarian. Mereka mulai memusatkan operasi di sekitar perairan Pulau Sabalana, nan diduga menjadi titik akhir hanyutnya para korban berasas kajian arus laut dan angin.
"Kami bakal terus berupaya semaksimal mungkin. Saat ini, kami mengerahkan seluruh unsur nan ada di lapangan, mulai dari kapal patroli, perahu nelayan, hingga pesawat udara untuk penyisiran," tambah Andi Sultan.
Dalam operasi nan mulai memasuki pekan kedua ini, Basarnas tidak bisa bergerak sendiri. Andi Sultan secara unik mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir nan beraktivitas di sekitar jalur pencarian untuk turut waspada dan membantu.
"Jika menemukan benda-benda nan diduga kuat berasal dari KM Nurul Salsa, alias apalagi tanda-tanda keberadaan korban, jangan ragu untuk segera melaporkan ke Posko SAR Gabungan terdekat. Sekecil apa pun info itu, bisa menjadi titik terang bagi family nan tetap menunggu dengan angan di ujung tanduk," pungkasnya. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·