Polda Metro Jaya mengungkap jaringan TPPO nan mengeksploitasi puluhan PMI di Libya.(Dok. MetroTv)
DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sukses membongkar jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) internasional nan menyasar puluhan pekerja migran Indonesia (MPMI) di Libya. Para korban dilaporkan mengalami penganiayaan berat dan eksploitasi selama bekerja secara non-prosedural di negara tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa para korban awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di Turki. Namun, mereka justru dibelokkan secara terlarangan ke Libya oleh pemasok penyalur.
"Selama bekerja di Libya, para korban diduga mengalami pemanfaatan dan kekerasan fisik, seperti dipukul, dijambak, tidak memperoleh makanan nan layak, hingga paspornya ditahan oleh agen," ujar Iman dalam konvensi pers di Jakarta, Jumat (24/7).
Selain kekerasan fisik, para korban menghadapi beban kerja nan tidak manusiawi. Iman mengungkapkan salah satu korban dipaksa bekerja untuk dua majikan sekaligus dengan lama mencapai 22 jam per hari. Ironisnya, bayaran mereka ditahan tanpa kepastian pembayaran.
Modus operandi tersangka juga mencakup pengancaman terhadap korban nan mencoba melawan. Terdapat kasus di mana seorang korban nan menderita sakit paru-paru dan sempat dipulangkan pada September 2025, dipaksa berangkat kembali sebulan kemudian. Tersangka menakut-nakuti korban dengan denda sebesar Rp50 juta jika menolak diberangkatkan lagi.
Kondisi nan menekan ini membikin sejumlah korban nekat melarikan diri dan mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli. Mereka meminta support untuk segera dipulangkan ke Tanah Air lantaran perlakuan biadab nan diterima.
Saat ini, Polda Metro Jaya tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), dan KBRI Tripoli. Langkah ini dilakukan untuk mengevakuasi sisa korban nan tetap tertahan di Libya serta memburu jaringan pemasok internasional nan terlibat dalam sindikat ini. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·