Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Buka Opsi Panggil Eks Ketua BGN Nanik Deyang

1 jam yang lalu 2
Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Buka Opsi Panggil Eks Ketua BGN Nanik Deyang Nanik S Deyang(Antara)

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) membuka kesempatan untuk memeriksa mantan Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengenai kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan pihaknya belum mengagendakan pemanggilan Nanik pada pekan ini. Namun, dia mengatakan interogator tidak menutup kemungkinan untuk memanggil Nanik jika keterangannya diperlukan dalam proses pembuktian perkara.

"Untuk minggu ini belum ada agenda pemanggilan, namun ke depan tidak menutup kemungkinan sepanjang interogator memandang perlu untuk pembuktian," ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).

Anang menjelaskan, saat ini tim interogator Kejagung tetap berfokus melakukan pemeriksaan terhadap deretan saksi lain. Keterangan para saksi tersebut dinilai mempunyai berat dan nilai pembuktian nan kuat untuk mengurai bangunan dugaan penyelewengan tata kelola program MBG.

Langkah pendalaman terhadap saksi-saksi kunci ini dilakukan sebelum interogator memutuskan pemanggilan terhadap pihak-pihak mengenai lainnya di lingkungan BGN.

"Saat ini interogator tetap konsentrasi kepada saksi-saksi lain dulu nan mempunyai nilai pembuktian kuat," kata Anang.

Diketahui, Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil lantaran Nanik bakal menjalani pengobatan jantung.

Kabar pengunduran diri itu dikonfirmasi oleh Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, pada Rabu (22/7). Ia menyampaikan bahwa Nanik  juga telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Dirgayuza.

Dirgayuza mengungkapkan telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, Nanik merupakan sosok nan mempunyai kepedulian tinggi terhadap beragam persoalan nan dihadapi masyarakat.

Ia menilai, selama memimpin BGN, Nanik telah melakukan beragam langkah pembenahan dalam waktu nan relatif singkat.

"Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu separuh bulan, dia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan," ujarnya.

Dalam kepemimpinan Nanik, BGN telah mengevaluasi 28.000 SPPG nan beroperasi. Ia mengatakan sebanyak 3.000 dapur SPPG telah diberikan pengelompokkan A, B dan C berasas kualitas dan keamanan pangannya.

Adapun, Nanik S Deyang baru dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6). Pelantikan dilakukan berbarengan dengan Agustina Arumsari dan Mayjen (purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Sementara itu, Media Indonesia tetap mengonfirmasi perihal ini kepada Nanik S Deyang. Hingga saat ini belum ada respons dari nan berangkutan. (E-4)

Selengkapnya