Rompi tim interogator KPK.(Antara)
TIM interogator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkut sedikitnya lima koper diduga berisi arsip dari hasil penggeledahan di Kantor Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/7). Dari pantauan di Kantor Bupati Lombok Barat, aktivitas tim interogator lembaga antirasuah mengangkut lima koper ke kendaraan minibus pada pukul 14.44 Wita.
Usai membawa seluruh arsip dari penggeledahan di Kantor Bupati Lombok Barat, sebanyak delapan kendaraan minibus nan menjadi pikulan tim KPK bergerak ke dua lokasi.
Ada sebagian tim nan mengendarai lima minibus melanjutkan giat penggeledahan di Ksntor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Lombok Barat nan tetap berada dalam kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Sedangkan sebagian tim interogator KPK nan berada di tiga minibus bergerak ke pendopo Bupati Lombok Barat nan berada tepat di seberang instansi Bupati Lombok Barat. Saat disinggung perihal aktivitas penggeledahan, tim KPK tidak memberikan keterangan. Begitu juga dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Hingga kini, tim KPK terpantau tetap melanjutkan giat penggeledahan pada dua letak tersebut. Pada Senin (20/7), KPK melakukan aktivitas tangkap tangan terhadap 19 orang dengan tujuh orang di antaranya dibawa ke Jakarta.
Dari tujuh orang tersebut, tiga orang di antaranya Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Direktur PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Sudirman, dan Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat Lalu Ratnawi.
Selain tujuh orang dari Kabupaten Lombok Barat, KPK turut mengamankan satu orang berjulukan Alvonsus Gani, Direktur PT Meconel Sistim Instrumen (MSI) di Jakarta.
Kemudian pada Selasa (21/7), KPK mengumumkan secara resmi tiga di antaranya berstatus tersangka, ialah Lalu Ahmad Zaini, Sudirman, dan Alvonsus Gani atas dugaan pelanggaran bentrok kepentingan, suap dan penerimaan gratifikasi. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·