KPK Sita Uang Tunai Rp2 Miliar dan Periksa 12 Orang usai OTT Bupati Pemalang

18 jam yang lalu 6
KPK Sita Uang Tunai Rp2 Miliar dan Periksa 12 Orang usai OTT Bupati Pemalang Ilustrasi(Antara)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita duit tunai lebih dari Rp2 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) nan menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. 

Selain mengamankan peralatan bukti berupa uang, lembaga antirasuah juga membawa 12 orang ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif mengenai dugaan korupsi proyek dan jual beli kedudukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, total terdapat 21 orang nan diamankan dalam operasi senyap nan dilakukan di tiga daerah, ialah Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

“Lima orang termasuk Bupati Pemalang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7).

Dari 21 orang nan diamankan, kata Budi, sebanyak 12 orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lima orang nan ditangkap di Jakarta telah lebih dulu diperiksa, sementara tujuh orang lainnya tetap dalam perjalanan menuju Jakarta.

“Lima di antaranya nan diamankan di Jakarta saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Untuk tujuh orang lainnya, enam dari Pemalang dan satu dari Purworejo kemungkinan siang ini sampai dengan sore bakal tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, OTT tersebut berangkaian dengan dugaan penerimaan suap dalam penyelenggaraan proyek serta praktik jual beli kedudukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Selain mengamankan para pihak nan diduga terlibat, interogator juga menyita peralatan bukti berupa duit tunai dalam jumlah besar.

“Tim juga mengamankan peralatan bukti di antaranya duit tunai sejumlah lebih dari Rp2 miliar,” kata Budi.

Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan nan digelar pada Selasa (28/7) malam.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut. Namun, saat itu dia belum mengungkapkan secara rinci bangunan perkara nan menjerat Anom.

“Benar,” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

Hingga kini, KPK tetap melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak nan diamankan untuk menentukan status norma mereka sesuai ketentuan nan berlaku. (E-4)

Selengkapnya