KPK Tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Jadi OTT ke-17 Sepanjang 2026

1 hari yang lalu 3
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Jadi OTT ke-17 Sepanjang 2026 Ilustrasi(Dok Antara)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, pada Senin (20/7).

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi berita penangkapan tersebut saat dimintai keterangan di Jakarta.

"Benar," ujar Fitroh.

Penindakan terhadap Lalu Ahmad Zaini tercatat sebagai operasi tangkap tangan (OTT) ke-17 nan dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.

Mengacu pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK mempunyai pemisah waktu 1x24 jam untuk menentukan status norma seluruh pihak nan diamankan dalam operasi tersebut.

Sebelumnya, rangkaian OTT KPK pada 2026 dimulai pada 9-10 Januari dengan mengamankan delapan orang. Kasus itu berangkaian dengan dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, untuk periode 2021-2026.

Masih pada Januari 2026, KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan nan menjerat Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua. Selanjutnya, Bupati Pati Sudewo ditangkap dalam OTT ketiga.

Memasuki Februari 2026, KPK mengamankan Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam OTT keempat.

Pada bulan nan sama, lembaga antirasuah itu juga menangkap mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Rizal, nan saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Penindakan tersebut merupakan OTT kelima.

Selain itu, OTT keenam dilakukan terhadap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta berbareng Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.

Selama Maret 2026, nan bertepatan dengan bulan Ramadan, KPK kembali melakukan sejumlah operasi tangkap tangan secara terpisah. Dalam periode tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, serta Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap dalam OTT nan berbeda.

Pada April 2026, KPK melanjutkan penindakan dengan menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT ke-10. Sementara itu, sepanjang Mei 2026 tidak ada operasi tangkap tangan nan dilakukan lembaga tersebut.

Memasuki Juni 2026, KPK kembali menggelar OTT nan mendorong Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri.

Masih pada bulan nan sama, KPK menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT ke-12. Selanjutnya, OTT ke-13 menyasar seorang aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai tindak lanjut dari operasi sebelumnya. Adapun OTT ke-14 membikin Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby memilih menyerahkan diri kepada KPK.

Pada Juli 2026, KPK lebih dulu melakukan OTT terhadap Bupati Langkat Syah Afandin alias nan berkawan disapa Ondim dalam operasi ke-15. Setelah itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani diamankan dalam OTT ke-16.

Dengan penangkapan Lalu Ahmad Zaini pada Senin (20/7), jumlah operasi tangkap tangan nan dilakukan KPK sepanjang 2026 bertambah menjadi 17 kasus. KPK sekarang tetap mempunyai waktu sesuai ketentuan KUHAP untuk menetapkan status norma pihak-pihak nan diamankan dalam operasi tersebut. (Ant/E-4)

Selengkapnya