Kualitas Hasil Panen Petani Pasuruan Meningkat Berkat Teknologi Berbasis Energi Surya

2 jam yang lalu 4
Kualitas Hasil Panen Petani Pasuruan Meningkat Berkat Teknologi Berbasis Energi Surya Tim pengajar UPN “Veteran” Jawa Timur menunjukkan jagung hasil pipilan dengan perangkat daya tenaga surya.(Dok.Istimewa)

UPAYA meningkatkan kesejahteraan petani tidak selalu kudu dimulai dari teknologi nan rumit. Melalui penerapan teknologi tepat guna, tim pengajar Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menghadirkan solusi sederhana namun berakibat nyata bagi golongan tani di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mengusung tema “Teknologi Pascapanen Jagung Terintegrasi untuk Peningkatan Mutu dan Ketahanan Pangan Desa”. Kegiatan difokuskan pada penyelesaian persoalan nan selama ini dihadapi petani, mulai dari proses pemipilan jagung nan tetap berjuntai pada jasa pihak lain hingga penjemuran nan belum bisa menjamin kualitas hasil panen.

Ketua tim pengabdian, Primasari Cahya Wardhani, menjelaskan bahwa sebagian besar petani tetap mengandalkan mesin pemipil keliling sehingga kudu mengeluarkan biaya tambahan dan menunggu agenda layanan. Setelah jagung dipipil, proses pengeringan pun tetap dilakukan secara konvensional di atas terpal alias laman terbuka sehingga hasil panen rentan tercampur debu, kotoran, maupun hewan ternak.

“Permasalahan tersebut membikin kualitas jagung menjadi tidak seragam. Padahal kadar air sangat menentukan nilai jual dan daya simpan hasil panen,” ujarnya.

MESIN PEMIPIL JAGUNG
Sebagai solusi, tim menghadirkan mesin pemipil jagung nan menggunakan sumber daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehingga dapat beraksi tanpa berjuntai sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional. Teknologi ini diharapkan bisa menekan biaya operasional sekaligus memperkenalkan pemanfaatan daya terbarukan di tingkat desa.

Selain itu, petani juga memperoleh rak pengering jagung pipil nan dirancang lebih higienis dan dilengkapi sensor kadar air pada beberapa titik. Sensor tersebut membantu petani memantau tingkat kekeringan jagung secara lebih mudah sehingga waktu penghentian proses penjemuran dapat ditentukan dengan lebih tepat.

Tidak hanya memberikan peralatan, tim juga menyelenggarakan penyuluhan mengenai penanganan pascapanen, pentingnya menjaga mutu hasil produksi, serta pengelolaan upaya tani melalui pencatatan hasil panen. Materi tersebut diharapkan bisa meningkatkan keahlian petani dalam mengelola produksi sekaligus memperkuat posisi tawar saat memasarkan hasil panennya.

Pada kesempatan nan sama dilakukan penyerahan aset program kepada Kelompok Tani Bintang Timur sebagai mitra pelaksana kegiatan. Penyerahan tersebut turut disaksikan Kepala Desa Mulyorejo sebagai corak support pemerintah desa terhadap pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

Ketua Kelompok Tani Bintang Timur menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kehadiran mesin pemipil dan teknologi pengering diharapkan dapat mempercepat proses pascapanen sekaligus menghasilkan jagung dengan kualitas nan lebih baik.

“Kami berambisi teknologi ini dapat membantu petani bekerja lebih efisien, mengurangi biaya pascapanen, dan meningkatkan nilai jual jagung nan kami hasilkan,” ungkapnya.

DORONG KEMANDIRIAN
Melalui aktivitas ini, UPN “Veteran” Jawa Timur tidak hanya menghadirkan penemuan teknologi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat desa dalam mengelola hasil pertanian secara lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat nan didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA.

Selain mendukung peningkatan produktivitas pertanian, aktivitas ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan daya surya, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas petani, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan golongan tani.(E-2)

Selengkapnya