Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa di Kota Batam. Melalui kurikulum pendidikan lampau lintas, Satlantas menanamkan nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan budaya kese(MI/HENDRI KREMER)
PENERAPAN pendidikan lampau lintas di sekolah-sekolah negeri di Kota Batam mulai menunjukkan hasil positif. Program nan diinisiasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang itu dinilai efektif meningkatkan kesadaran berlalu lintas sekaligus menekan nomor pelanggaran nan melibatkan pelajar.
Program tersebut merupakan penerapan pendidikan karakter nan sejalan dengan poin keempat Asta Cita, ialah memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan nan berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan budaya disiplin sejak usia dini.
Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan pendidikan lampau lintas menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi nan sadar hukum, mengutamakan keselamatan, dan mempunyai kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.
"Pendidikan lampau lintas bukan hanya mengajarkan patokan berkendara, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar terbiasa disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya, Selasa (28/7).
Program ini diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kapolresta Barelang dan Wali Kota Batam, nan kemudian ditindaklanjuti melalui rencana kerja antara Satlantas Polresta Barelang dan Dinas Pendidikan Kota Batam mengenai penerapan pendidikan lampau lintas di sekolah.
Materi keselamatan berlalu lintas diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebelum diterapkan di ruang kelas, Satlantas terlebih dulu menggelar training alias Training of Trainer (TOT) bagi guru-guru PPKn SD dan SMP negeri agar materi dapat disampaikan secara efektif.
Program tersebut resmi diluncurkan Kapolda Kepulauan Riau berbareng Wali Kota Batam pada 17 Desember 2025 di Harris Hotel Batam Centre. Implementasinya dimulai pada awal Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 dengan cakupan 210 sekolah negeri, terdiri atas 145 SD dan 65 SMP di Kota Batam.
Evaluasi setelah program melangkah menunjukkan adanya penurunan signifikan pada nomor pelanggaran lampau lintas nan dilakukan pelajar. Pada jenjang SD, jumlah pelanggaran turun dari 98 kasus menjadi 79 kasus alias berkurang 19 persen. Di tingkat SMP, pelanggaran menurun dari 1.386 kasus menjadi 462 kasus alias sekitar 66 persen. Sementara itu, pada jenjang SMA, jumlah pelanggaran berkurang dari 2.307 kasus menjadi 1.157 kasus alias turun sekitar 49 persen dibandingkan periode sebelum program diterapkan.
Dia menilai capaian tersebut membuktikan bahwa pendekatan edukatif dan preventif lebih efektif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dibandingkan hanya mengedepankan penegakan hukum.
"Data ini menunjukkan pendidikan mempunyai peran krusial dalam mengubah perilaku. Ketika anak-anak memahami makna keselamatan dan pentingnya menaati patokan sejak dini, mereka bakal membawa kebiasaan itu hingga dewasa," katanya.
Ia menjelaskan, kurikulum tersebut disusun menggunakan pendekatan pendidikan holistik nan menggabungkan tiga aspek utama, ialah Smart Mind untuk membangun pemahaman terhadap patokan dan akibat berlalu lintas, Strong Body guna menumbuhkan kesadaran menjaga keselamatan diri dan orang lain, serta Noble Soul untuk membentuk karakter nan berintegritas, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
Menurutnya, pendidikan lampau lintas merupakan bagian dari pendidikan karakter nan diharapkan bisa mencetak generasi muda nan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mempunyai etika, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap hukum.
Ke depan, Satlantas Polresta Barelang berambisi pendidikan lampau lintas dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga menjadi budaya nan tumbuh di lingkungan family dan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran berlalu lintas sejak usia dini, diharapkan nomor kecelakaan dan pelanggaran nan melibatkan pelajar dapat terus ditekan sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia nan berbobot menuju Indonesia Emas 2045. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·