ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sejumlah capaian sepanjang 2025, mulai dari keahlian finansial hingga penguatan industri dalam negeri. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan, pendapatan kementerian sukses melampaui sasaran nan ditetapkan, sementara realisasi shopping juga berada di atas rata-rata nasional.
"Sepanjang tahun 2025 Kementerian Perindustrian sukses membukukan pendapatan sebesar Rp447,89 miliar alias tercapai 116,59% dari perkiraan nan ditetapkan sebesar Rp384,15 miliar. Pendapatan ini berasal dari jasa layanan industri nan dilakukan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian serta pendapatan lain nan sah sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Faisol dalam rapat kerja berbareng Komisi VII DPR RI, Selasa (14/7/2026).
Selain mencatat penerimaan nan melampaui target, kondisi neraca Kemenperin juga tergolong membaik. Hingga akhir 2025, kementerian mempunyai aset senilai Rp12,49 triliun dengan tanggungjawab Rp142,8 miliar dan ekuitas mencapai Rp12,34 triliun. Dari sisi belanja, tingkat serapan anggaran juga nyaris menyentuh pagu efektif.
"Pada sisi belanja, Kementerian Perindustrian memperoleh pagu anggaran sebesar Rp2,50 triliun dengan realisasi mencapai 83,76%. Angka ini lebih tinggi 1,35% dibanding rata-rata realisasi nasional sebesar 82,41%. Jika dibandingkan dengan pagu efektif sebesar Rp2,13 triliun, maka realisasi kami mencapai 98,18%," ujarnya.
Di sektor pembangunan industri, pemerintah menekankan kualitas sumber daya manusia, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, hingga pengembangan industri kendaraan listrik. Upaya modernisasi industri juga terus didorong melalui restrukturisasi mesin serta penerapan standar industri hijau.
"Pada 2025 kami meluluskan 5.472 peserta pendidikan vokasi, di mana 4.009 orang telah bekerja, 156 orang berwirausaha, 704 orang melanjutkan studi dan 603 orang tetap dalam proses rekrutmen. Kami juga memberikan training kepada 2.259 IKM, memfasilitasi legalitas upaya bagi 1.531 IKM, menerbitkan 21.932 sertifikat TKDN serta 4.796 sertifikat industri kecil. Pangsa produksi kendaraan listrik roda empat juga meningkat dari 0,1% pada 2021 menjadi 2,09% dari total produksi nasional," ungkap Faisol.
Kinerja industri juga ditopang percepatan digitalisasi manufaktur. Penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) menunjukkan sebagian besar perusahaan nan dinilai telah mencapai tingkat kesiapan tinggi. Transformasi tersebut diikuti peningkatan produktivitas, terutama pada industri otomotif. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat kepastian investasi melalui publikasi izin area industri, penetapan objek vital nasional bagian industri, serta fasilitasi insentif fiskal senilai Rp780,78 triliun.
"Kami juga terus memperbaiki tata kelola finansial dengan menindaklanjuti 590 rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, di mana 508 rekomendasi alias 86,10% telah sesuai. Hingga 2025 terdapat 12 satuan kerja nan memperoleh predikat WBBM dan 45 satuan kerja berpredikat WBK. Kami mengharapkan support dan pengarahan Komisi VII DPR RI agar program kerja Kementerian Perindustrian dapat terus mempercepat pembangunan industri nasional," sebut Faisol.
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·