Ledakan Grand Polonia Medan Diduga Dipicu Kebocoran Gas Bawah Tanah

1 hari yang lalu 6
Ledakan Grand Polonia Medan Diduga Dipicu Kebocoran Gas Bawah Tanah Sejumlah penduduk mendekati letak kejadian beberapa saat setelah ledakan.(MI/Yoseph Pencawan)

KEPOLISIAN Resor Kota Besar Medan menduga ledakan nan terjadi di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7, dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah. Namun dugaan itu tetap berkarakter sementara lantaran penyelidikan tetap berlangsung.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, hasil investigasi awal mengarah pada kebocoran pipa gas nan tertanam di bawah tanah. Polisi telah melakukan pemeriksaan di letak menggunakan perangkat pendeteksi gas.

"Pada pukul 15.30 WIB terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia. Dari hasil investigasi awal nan sekarang ini tetap berlangsung, disebabkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam alias pipa gas bawah tanah," ungkapnya, Senin (20/7) malam.

Menurut dia, perangkat pendeteksi gas menunjukkan adanya indikasi kebocoran. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.

"Kami sudah masuk menggunakan perangkat penemuan gas dan memang terdeteksi adanya gas. Tapi ini tetap dugaan dari investigasi awal," ujarnya.

Menurut Jean Calvijn, ledakan menyebabkan satu rumah di Blok 3B hancur dan sedikitnya empat rumah di sekitarnya mengalami kerusakan akibat material gedung nan terpental.

Sumber ledakan diduga berasal dari rumah nomor 3B itu. Rumah-rumah lain mengalami kerusakan lantaran terdampak gelombang ledakan. Sebuah mobil nan terparkir di sekitar letak juga rusak tertimpa puing.

Berdasarkan pendataan sementara polisi, terdapat enam penunggu rumah nan menjadi korban. Seorang laki-laki dewasa sukses dievakuasi, sementara seorang balita telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Adapun empat korban lain sempat tetap berada di bawah reruntuhan saat proses pemindahan berlangsung.

"Untuk korban nan terjebak di dalam rumah, selain orangtua pemilik rumah, juga ada dua alias tiga asisten rumah tangga," katanya.

"Tidak ada korban lain selain penunggu rumah nan ada di rumah Grand Polonia nomor 3B nan rubuh ini. Ini sumbernya, nan lainnya terdampak," ujarnya.

Sebelumnya, ledakan dahsyat mengguncang Kompleks Perumahan Grand Polonia pada Senin sore. Dentuman keras terdengar hingga radius sekitar satu kilometer.

Suara ledakan mengejutkan penunggu kompleks dan penduduk di sekitar lokasi. Sejumlah penduduk mengaku merasakan getaran kuat nan disusul kepulan debu dari arah pusat ledakan.

Mereka berceceran keluar rumah untuk menyelamatkan diri lantaran mengira terjadi gempa alias ledakan susulan. Di lokasi, beberapa rumah tampak mengalami kerusakan berat.

Dinding gedung roboh, genting ambruk, kaca-kaca pecah dan material gedung berceceran di laman maupun badan jalan kompleks. Kuatnya daya ledak juga merusak sebuah mobil sedan berwarna hitam nan terparkir tidak jauh dari titik ledakan.

Kendaraan itu tertimpa reruntuhan gedung hingga mengalami kerusakan parah. Tidak lama setelah kejadian, personel kepolisian, pemadam kebakaran, tenaga medis dan unsur mengenai berdatangan ke lokasi.

Aparat segera mensterilkan area dengan memasang garis polisi untuk mencegah penduduk mendekati titik ledakan. Sejumlah personel TNI juga terlihat berada di dalam kompleks saat proses penanganan berlangsung.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar letak untuk memastikan tidak ada korban nan tetap terjebak di kembali reruntuhan serta mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman lanjutan. Pada saat bersamaan, tim identifikasi kepolisian melakukan olah TKP. (YP)

Selengkapnya