ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok Istimewa)
LIMA pelukis penyandang disabilitas (difabel) asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengikuti Lomba Konten Kreatif Divisi Humas Polri pada kategori Karya Lukis dengan mengusung tema "Polri Untuk Masyarakat". Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa kreativitas, semangat berkarya, dan kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan dapat diwujudkan tanpa mengenal keterbatasan fisik, Senin 13 Juli 2026.
Kompetisi nan diselenggarakan Divisi Humas Polri tersebut mengangkat tiga subtema, ialah Polri dan Realita Sosial, Seragam, Tugas, dan Harapan, serta Satir untuk Negeri Aman. Melalui karya lukis, para peserta diajak menyampaikan pesan tentang kedekatan Polri dengan masyarakat, nilai kemanusiaan, serta angan bakal terciptanya lingkungan nan kondusif dan damai.
Lima peserta nan mewakili Kabupaten Tegal dalam kategori karya lukis tersebut ialah Nova Aulia Nisa, Naifa Fauziyyah, Nidahtul Umaem, Isham Ahmad Basyir dan Rani Lestarianto. Semua peserta merupakan penyandang disabilitas nan terus mengembangkan talenta dan keahlian mereka di bagian seni lukis.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta nan telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi.
"Kami mengapresiasi semangat luar biasa para pelukis difabel asal Kabupaten Tegal nan berperan-serta dalam Lomba Konten Kreatif Divisi Humas Polri. Karya mereka tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kepedulian, keberagaman, dan kebersamaan. Semoga keikutsertaan ini menjadi inspirasi bahwa setiap penduduk negara mempunyai kesempatan nan sama untuk berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa," ujar AKBP Bayu Prasetyo, Seni (13/7/2026).
Menurut Bayu keikutsertaan para pelukis difabel ini juga menjadi gambaran komitmen Polri dalam mendukung ruang nan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Melalui karya seni, mereka bisa menyampaikan pesan positif tentang Polri nan humanis, dekat dengan masyarakat, serta terus datang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi setiap warga," terang Bayu.
Bayu berambisi arena Lomba Konten Kreatif Divisi Humas Polri tidak hanya menjadi kejuaraan seni, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat semangat inklusivitas. "Termasuk menumbuhkan rasa percaya diri para penyandang disabilitas, serta menginspirasi masyarakat bahwa setiap karya mempunyai makna dan nilai nan bisa membangun optimisme serta persatuan," pungkasnya.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·