Lionel Messi Ungkap Kesedihan Mendalam Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia

1 hari yang lalu 3
Lionel Messi Ungkap Kesedihan Mendalam Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia Kapten timnas Argentina Lionel Messi bereaksi selepas laga final Piala Dunia 2026 kontra timnas Spanyol.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

BINTANG timnas Argentina, Lionel Messi, mengungkapkan kesedihan nan mendalam setelah timnya kandas mempertahankan gelar juara dunia. Timnas Argentina kudu mengakui kelebihan timnas Spanyol dengan skor tipis 1-0 dalam laga final Piala Dunia 2026, nan berjalan dramatis hingga babak tambahan waktu.

Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres pada masa extra time. Hasil ini memastikan Spanyol merengkuh gelar juara bumi untuk kedua kalinya, sekaligus mengakhiri kekuasaan Argentina nan datang sebagai juara memperkuat setelah kemenangan mereka di 2022.

Pernyataan Emosional Messi

Melalui unggahan di media sosialnya, Messi tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Pemain berumur 39 tahun itu menyebut kekalahan ini sebagai momen nan sangat menyakitkan bagi dirinya dan seluruh tim.

"Rasa sakit ini sangat besar, dan luka ini bakal memerlukan waktu untuk sembuh. Namun, saya juga tetap berpegang pada semua perihal baik nan telah kita lalui," tulis Messi.

Ia menambahkan bahwa momen-momen perjuangan tim saat membalikkan keadaan di laga-laga sebelumnya bakal selalu tersimpan dalam ingatan.

Meskipun kalah, Messi tetap bangga dengan pencapaian Albiceleste nan sukses mencapai dua final Piala Dunia secara berturut-turut.

"Sangat susah untuk sepenuhnya menghargai pencapaian kami saat ini, tetapi grup ini sukses mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut. Saya juga mau mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilan mereka menjadi juara," tambahnya.

Perjalanan Argentina dan Masa Depan Messi

Sepanjang turnamen, Messi menunjukkan performa luar biasa dengan kontribusi delapan gol dan empat assist. Ia menjadi sosok sentral saat Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Mesir dan Inggris di fase gugur.

Namun, di partai puncak, mereka kandas menembus pertahanan kokoh Spanyol nan tercatat hanya kebobolan satu gol di sepanjang turnamen.

Kekalahan ini menjadi kegagalan kedua Messi di final Piala Dunia, setelah sebelumnya merasakan kepahitan serupa saat kalah 1-0 dari Jerman pada jenis 2014.

Mengingat usianya nan sudah menginjak 39 tahun, Messi dianggap mini kemungkinan untuk tampil di Piala Dunia 2030, meski hingga sekarang dia belum memberikan pernyataan resmi mengenai masa depan pekerjaan internasionalnya.

Insiden dan Investigasi FIFA

Laga final ini juga diwarnai ketegangan tinggi. Gelandang Argentina, Enzo Fernandez, kudu meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua di masa injury time babak kedua akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.

Ketegangan bersambung hingga peluit panjang dibunyikan, saat terjadi perselisihan antara pemain dari kedua belah pihak. Menanggapi perihal tersebut, komite disiplin FIFA telah menunjuk jaksa disiplin dan etika untuk melakukan investigasi atas kejadian nan terjadi di lapangan.

Enzo Fernandez sendiri menyatakan kebanggaannya terhadap perjuangan tim.

"Selama bertahun-tahun, grup ini telah mewakili kami dengan langkah terbaik. Ini mengajarkan bahwa berkompetisi bukan hanya soal menang; ini tentang memberikan segalanya untuk jersei ini dan tidak pernah menyerah," tulis Enzo dalam pesan penutupnya. (bbc/Z-1)

Selengkapnya