Lionel Scaloni Berusaha Redam Tensi Jelang Laga Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris

6 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX
Lionel Scaloni Berusaha Redam Tensi Jelang Laga Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni(AFP/Odd ANDERSEN)

PELATIH timnas Argentina, Lionel Scaloni, berupaya meredam tensi tinggi menjelang laga krusial babak semifinal Piala Dunia 2026. Scaloni menegaskan bahwa pertemuan antara negaranya dengan Inggris hanyalah sebatas pertandingan sepak bola demi memperebutkan tiket menuju partai puncak.

Scaloni secara tegas mengabaikan beragam dugaan nan menyebut pertemuan kedua tim sarat dengan rivalitas di luar lapangan, termasuk konteks bentrok politik masa lalu. Baginya, konsentrasi utama Albiceleste adalah menghadapi kekuatan teknis musuh di lapangan hijau.

"Ini pertandingan sepak bola. Kita bakal memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional dahsyat nan mempunyai pembimbing dahsyat nan sangat saya hargai dan kagumi," ujar Scaloni sebagaimana dikutip dari The Guardian, Senin (13/7/2026).

Jalan Terjal Menuju Semifinal

Argentina dijadwalkan menghadapi Inggris di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Sang juara memperkuat melaju ke empat besar setelah melewati perjuangan berat menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.

Di sisi lain, Inggris memastikan tempat di semifinal usai menghentikan perlawanan Norwegia dengan kemenangan tipis 2-1. Pertemuan ini menjadi salah satu laga nan paling dinantikan dalam turnamen kali ini mengingat sejarah panjang kedua negara di panggung dunia.

Sejarah dan Rivalitas Klasik

Pertemuan Argentina dan Inggris selalu menyedot perhatian bumi lantaran sejarah nan mewarnainya. Inggris tercatat pernah mengalahkan Argentina pada perempat final Piala Dunia 1966. Namun, Argentina membalasnya pada perempat final Piala Dunia 1986 melalui laga ikonik nan dikenang lewat gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona.

Persaingan bersambung pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 saat Argentina menang melalui adu penalti. Empat tahun berselang, giliran Inggris nan membalas lewat kemenangan 1-0 di fase grup Piala Dunia 2002 melalui gol penalti David Beckham, hasil nan sekaligus menyingkirkan Argentina lebih awal saat itu.

Di luar urusan teknis, hubungan kedua negara sering dikaitkan dengan bentrok Kepulauan Falkland alias Malvinas nan terjadi pada 1982. Isu sensitif ini sempat mencuat kembali selama Piala Dunia 2026 setelah sejumlah suporter dan pemain Argentina menyanyikan lagu nan menyinggung Malvinas, Diego Maradona, dan Lionel Messi.

Komitmen Profesionalisme Pemain

Penyerang Argentina, Jose Manuel Lopez, mengakui bahwa laga melawan The Three Lions mempunyai nilai historis nan mendalam bagi rakyat Argentina. Meski demikian, dia menjamin seluruh skuad bakal tetap menjunjung tinggi profesionalisme saat bertanding.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan nan mempunyai banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak perihal di baliknya," ungkap Lopez.

"Namun, kami profesional. Kami bakal memainkannya seperti nan kami mainkan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti nan kami tunjukkan malam ini, memberikan segalanya," tambahnya.

Argentina tiba di Amerika Serikat dengan status juara bertahan. Perjalanan mereka menuju semifinal tahun ini diwarnai sejumlah laga ketat dan kontroversial, mulai dari fase grup, kemenangan atas Mesir di babak 16 besar, hingga laga melelahkan melawan Swiss di perempat final. (Ant/Z-1)

Selengkapnya