Longevity Jadi Tren Baru, Ahli Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat

2 jam yang lalu 4
Longevity Jadi Tren Baru, Ahli Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENINGKATNYA angan hidup masyarakat mendorong perubahan orientasi jasa kesehatan, dari nan semula berfokus pada pengobatan menjadi pencegahan dan peningkatan kualitas hidup.

Tren healthy aging dan longevity pun mulai berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tetap sehat dan produktif hingga usia lanjut.

Fenomena tersebut mengemuka dalam Intimate Talkshow & Afternoon Tea* berjudul The Science of Aging Well: Cells, Hormones, and Longevity nan diselenggarakan Regenerasia di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Forum ini mengangkat peran kesehatan sel dan keseimbangan hormon sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas hidup di setiap fase usia. Marketing & Partnership Manager SCCR Jutadi Azis mengatakan perkembangan teknologi stem cell di Indonesia membuka kesempatan baru bagi pengembangan jasa regenerative medicine.

Menurutnya, kehadiran produk stem cell nan mengantongi sertifikasi legal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi tersebut. Dia menjelaskan stem cell terus dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan medis nan berfokus pada regenerasi sel dan jaringan sehingga berpotensi mendukung proses pemulihan tubuh pada beragam kondisi medis.

"Teknologi stem cell merupakan salah satu penemuan di bagian regenerative medicine. Namun, menjaga kualitas sel tetap dimulai dari style hidup sehari-hari. Pola makan nan seimbang, tidur cukup, serta olahraga secara rutin merupakan fondasi utama untuk menjaga kesehatan sel agar tetap berfaedah secara optimal," ujar Jutadi.

Meski demikian, dia menegaskan teknologi kesehatan tidak dapat menggantikan pentingnya pola hidup sehat. Menurutnya, keberhasilan pendekatan regeneratif tetap berjuntai pada kondisi dasar tubuh nan dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Senada, Aesthetic Clinician Veritas Identitas Isabella Sillar mengatakan hormon mempunyai peran krusial dalam mengatur energi, metabolisme, proses penyembuhan, hingga kualitas hidup seseorang. Karena itu, memahami perubahan daya tubuh dinilai menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan secara menyeluruh.

"Energi merupakan fondasi dari kegunaan tubuh sehari-hari dan kesehatan secara keseluruhan. Dengan memahami kapan tubuh berada pada kondisi paling optimal, kapan mulai mengalami penurunan energi, serta faktor-faktor nan memengaruhinya, kita dapat mengidentifikasi akar penyebab suatu kondisi, bukan sekadar mengatasi gejalanya," katanya.

Menurut Isabella, pola perubahan daya nan dipantau secara konsisten juga dapat memberikan gambaran mengenai kualitas tidur, kesehatan metabolik, keseimbangan hormon, hingga kondisi emosional seseorang. Dia menambahkan perubahan hormon seiring bertambahnya usia merupakan proses biologis nan tidak dapat dihindari. Namun, keseimbangan hormon tetap dapat dijaga melalui pola makan bergizi, aktivitas bentuk nan teratur, pengelolaan stres, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga mendukung proses penuaan nan lebih sehat.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap jasa kesehatan preventif, Regenerasia juga mengumumkan rencana pembukaan Longevity Center di area pusat Jakarta dalam sekitar enam bulan mendatang. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat jasa wellness nan menggabungkan pendekatan preventif, regeneratif, serta edukasi berbasis sains.

Melalui pengembangan pusat tersebut, perusahaan berambisi akses masyarakat terhadap jasa kesehatan modern semakin luas sekaligus memperkuat pemahaman bahwa umur panjang idealnya diiringi kualitas hidup nan optimal.

Forum obrolan ini menjadi agenda kedua dari rangkaian edukasi nan diselenggarakan Regenerasia. Perusahaan menargetkan aktivitas serupa terus digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui info kredibel, berbasis bukti ilmiah, serta mendorong masyarakat berinvestasi pada kesehatan sejak usia dini. (H-2)

Selengkapnya