Marak Begal di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Usulkan Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan

14 jam yang lalu 4
Marak Begal di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Usulkan Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.(Doc Diskominfo Jabar)

MENYIKAPI tindakan maraknya tindakan begal di wilayah Bandung Raya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk melakukan pencegahan terhadap pelaku kejahatan, sekaligus meningkatkan rasa kondusif masyarakat saat beraktivitas.

Gubernur juga mengusulkan penempatan abdi negara bersenjata di sejumlah titik rawan kejahatan, sebagai respons atas meningkatnya keresahan masyarakat terhadap maraknya tindakan pemalak dan kejahatan jalanan.

“Saya berkoordinasi dengan Kapolda untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan juga seluruh wilayah Jabar. Kehadiran abdi negara di lokasi-lokasi strategis perlu diperkuat agar bisa memberikan pengaruh pencegahan terhadap pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa kondusif masyarakat saat beraktivitas. Menempatkan abdi negara di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa kondusif bagi penduduk masyarakat," ungkapnya.

Tak hanya itu, gubernur juga meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan melalui patroli rutin di tingkat RT dan RW, terutama di area nan berpotensi menjadi letak pembegalan, perampokan, maupun tindak pidana lainnya.

"Mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT, di setiap RW, di seluruh perspektif strategis di wilayah kota dan desa nan menjadi potensi terjadinya tindakan pembegalan, perampokan, dan beragam tindakan pidana lainnya nan meresahkan warga," himbaunya.

Dedi juga mengingatkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya berasal dari tindakan begal, tetapi juga aktivitas geng motor serta tawuran nan tetap terjadi di sejumlah daerah. Pemprov Jabar bakal terus berupaya memberikan nan terbaik bagi kepentingan masyarakat. 

PJU Minim di Kota Bandung

Ditempat terpisah, personil Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, untuk segera menyelesaikan masalah penerangan jalan umum (PJU), menyusul maraknya tindakan pemalak nan meresahkan masyarakat akibat jalan gelap di Kota Bandung.

Saat ini tindakan pemalak dan jalan gelap akibat PJU minim tengah menjadi sorotan tajam dari beragam lapisan masyarakat, sehingga Pemkot Bandung juga diminta untuk menekan tindakan kejahatan tersebut.

“Minimnya PJU di sejumlah titik tersebut, tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele lantaran kondisi itu menyebabkan jalan gelap dan berpotensi mengundang tindakan kriminalitas. Kondisi jalan nan gelap berpotensi meningkatkan akibat kriminalitas, termasuk tindakan begal, sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan,” terangnya.

Atas perihal tersebut lanjut Andri, Pemkot Bandung juga diminta kudu segera menentukan langkah konkret untuk menekan tindakan kejahatan nan dipicu kondisi jalan gelap tersebut, agar seluruh masyarakat bisa tenang saat keluar malam hari.

Pemerintah kota juga kudu segera melakukan pemetaan titik-titik rawan, mempercepat perbaikan PJU nan mati, serta menambah penerangan di wilayah nan tetap minim.

“Selain peningkatan prasarana penerangan, saya juga menilai upaya pencegahan kejahatan perlu diperkuat melalui patroli rutin abdi negara keamanan dan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis. Dan keamanan penduduk adalah kewenangan dasar nan wajib dijamin," tuturnya.

Sebagai personil Komisi III DPRD Kota Bandung,  Andri menegaskan pihaknya bakal terus mendorong percepatan penanganan persoalan minimnya PJU tersebut untuk menampung aspirasi masyarakat nan resah dengan tindakan begal, ini dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, terutama pada malam hari.

Semua langkah tersebut dinilai krusial dilakukan oleh Pemkot Bandung untuk menciptakan rasa kondusif bagi masyarakat, khususnya saat mereka beraktivitas pada malam hari lantaran kondisi jalan terang bisa mencegah tindakan kriminalitas. (AN)

Selengkapnya