Media Hong Kong Sorot Hubungan RI-China, Sebut Tantangan Ini

50 menit yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Media Hong Kong China, South China Morning Post (SCMP), menyoroti hubungan Indonesia dan China. Dalam tulisan berjudul "Can China and Indonesia's strong financial ties withstand 'resource nationalism?" dikatakan gimana kedua negara menikmati kerja sama ekonomi namun kebijakan RI soal pengelolaan sumber daya alam mulai menimbulkan tantangan bagi penanammodal China.

Laman itu menyebut gimana hubungan ekonomi Jakarta-Beijing memasuki fase baru, ketika Indonesia berupaya mendapatkan nilai tambah lebih besar dari kekayaan mineralnya. Dikatakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut tengah mendorong kebijakan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk berbobot tambah tinggi.

Menurut SCMP, kedekatan ekonomi RI dan China menghadapi tantangan akibat kebijakan Indonesia nan semakin ketat dalam mengelola sumber daya alam. SCMP menyebut kebijakan ini sebagai corak meningkatnya "resource nationalism" alias nasionalisme sumber daya, ialah upaya pemerintah memastikan untung terbesar dari kekayaan alam dinikmati oleh ekonomi domestik.

Pemerintah Indonesia membatasi produksi nikel nasional 2026 menjadi sekitar 260 juta-270 juta ton, turun sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut berakibat pada sejumlah penanammodal asing.

Operasi tambang nikel Weda Bay Nickel, salah satu tambang nikel terbesar bumi nan melibatkan Tsingshan, Eramet, dan Antam, sempat menghentikan produksi lantaran kuota produksi telah habis. Tsingshan sendiri adalah perusahaan China nan berpusat di Wenzhou, Zhejiang.

Meski begitu, tulisnya lagi, analis menilai langkah Indonesia bermaksud menjaga nilai nikel serta meningkatkan penerimaan negara. Namun, kebijakan tersebut membikin sebagian penanammodal China lebih berhati-hati.

"China tetap menjadi modal krusial bagi pembangunan ekonomi Indonesia, dan pemerintah Indonesia juga memahami realita tersebut," kata Hu Jie dari Shanghai Advanced Institute of Finance dimuat SCMP.

Meski demikian, media itu menyebut China tetap menjadi mitra jual beli terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan termasuk tiga besar sumber investasi asing langsung dalam satu dasawarsa terakhir. Pemerintah China juga menegaskan Indonesia tetap menjadi tujuan krusial investasi di mana ahli bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Jakarta telah berulang kali menyatakan kesiapan memperdalam kerja sama industri dan rantai pasok dengan Beijing.

Namun, menurut analis, masa depan hubungan ekonomi RI-China bakal berjuntai pada keahlian perusahaan China beradaptasi dengan kebijakan Indonesia. Hubungan Indonesia-China pun diperkirakan bakal terus melangkah erat, tetapi dengan dinamika baru di mana Beijing membawa modal dan teknologi sementara Jakarta semakin tegas mau menguasai nilai tambah dari kekayaan alamnya sendiri.

"Perusahaan China kudu berubah dari sekadar eksportir menjadi mitra developer berbareng jika mau sukses dalam jangka panjang," tulis Shanghai Academy of Social Sciences, tulis laman nan sama.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya