ARTICLE AD BOX
Suasana pemindahan korban gempa Venezuela.(Dok. Ant/Anadolu/Cem Tekkesinoglu)
JUMLAH korban tewas akibat gempa bumi luar biasa nan mengguncang Venezuela dilaporkan terus meningkat. Hingga Senin (13/7), otoritas setempat mencatat sebanyak 4.561 orang meninggal bumi akibat musibah tersebut.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengungkapkan bahwa selain korban jiwa, lebih dari 20.000 penduduk sekarang terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian sementara. Berdasarkan info resmi nan dipublikasikan melalui kanal Telegram miliknya, tercatat sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka, sementara 6.462 orang sukses diselamatkan dari reruntuhan.
“Pemerintah telah menyalurkan support kepada 128.324 family nan terdampak. Saat ini, terdapat 107 kamp sementara nan tersebar di seluruh negeri untuk menampung 20.231 pengungsi,” ujar Rodriguez dalam keterangannya.
Dampak kerusakan prasarana akibat gempa Venezuela ini juga sangat masif. Laporan resmi mencatat sebanyak 856 gedung mengalami kerusakan berat, dengan 190 gedung di antaranya dilaporkan runtuh total.
Dalam upaya penanganan pascabencana, Venezuela mengerahkan kekuatan penuh nan melibatkan 30.989 personel jasa darurat dan 30.692 relawan. Selain itu, sebanyak 2.471 petugas penyelamat dari mancanegara turut diterjunkan untuk membantu proses pemindahan dan pemulihan di letak terdampak.
Gempa Venezuela nan terjadi pada 24 Juni malam waktu setempat ini disebut sebagai gempa bumi terkuat nan melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir. Bencana ini dipicu oleh dua guncangan luar biasa dengan magnitudo di atas 7 nan terjadi secara beruntun dalam selang waktu hanya satu menit. (Ant/Sputnik/H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·