Justin Bieber kejutkan Fanatics Fest dengan mengalahkan Djokovic hingga Tom Brady di Fanatics Games. Ia memboyong US$1 juta dan mendonasikannya.(Instagram)
PENYANYI papan atas Justin Bieber membuktikan keahlian atletisnya tak bisa dipandang sebelah mata. Pelantun lagu SWAG berumur 32 tahun tersebut sukses menjuarai kejuaraan Fanatics Games nan digelar dalam arena tahunan Fanatics Fest di New York City.
Dalam kejuaraan tersebut, Bieber kudu berhadapan langsung dengan deretan bintang olahraga dunia. Mulai dari legenda American football Tom Brady, pebasket NBA Karl-Anthony Towns dan Victor Wembanyama, pesenam Jordan Chiles, hingga bintang tenis Novak Djokovic.
Sebelum adu ketangkasan di arena utama, Bieber sempat menantang Djokovic bertanding tenis meja. Musisi asal Kanada itu pun sempat berseloroh mengenai kemampuannya.
"Saya ini pemain tenis meja nan lebih unggul, dia juga tahu itu," ujar Bieber percaya diri dalam cuplikan aktivitas Fanatics Fest: All Access nan tayang di ESPN.
Djokovic pun mengakui talenta terpendam sang penyanyi, meski pada akhirnya petenis asal Serbia tersebut sukses memenangkan pertandingan tenis meja mereka.
"Harus saya akui, saya sempat meremehkan keahlian atletis Justin," kata pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut.
Bieber pun menerima kekalahannya di meja pingpong dengan lapang dada. "Dia mengalahkan saya hari ini, jadi saya kudu mengakui keunggulannya," tutur pelantun tembang Daisies itu.
Meski kalah di bagian tenis meja, Bieber justru tampil dominan di keseluruhan rangkaian tantangan Fanatics Games. Ia sukses mengumpulkan poin tertinggi dan mengalahkan seluruh atlet ahli nan menjadi lawannya. Kemunculan Bieber di Fanatics Fest ini menjadi kejutan manis bagi para penggemar, tepat sehari sebelum dia tampil di pagelaran babak kedua (halftime show) Piala Dunia FIFA 2026.
Sebagai pemenang utama, peraih dua penghargaan Grammy tersebut berkuasa membawa pulang bingkisan duit tunai sebesar US$1 juta (sekitar Rp16 miliar). Menariknya, Bieber memilih untuk tidak mengantongi duit tersebut. Ia membagikan US$500.000 secara merata kepada 50 peserta dari kalangan penggemar, masing-masing mendapatkan US$10.000, sementara US$500.000 sisanya dia donasikan untuk aktivitas amal.
Momen persaingan sengit namun penuh keakraban ini menjadi bukti daya tarik Fanatics Fest. Bieber sendiri mengagumi atmosfer aktivitas nan sukses menyatukan beragam bintang lintas bidang.
"Hanya di Fanatics Fest orang-orang bisa berkumpul dengan langkah seperti ini," ungkap Bieber.
CEO sekaligus pendiri Fanatics, Michael Rubin, menegaskan bahwa kepuasan fans selalu menjadi konsentrasi utama dalam penyelenggaraan aktivitas tahunan ini.
"Semuanya kudu berorientasi pada penggemar. Ini adalah tindakan balas budi terbesar nan kami lakukan untuk penggemar. Ini perihal tersulit nan kami persiapkan setiap tahun. Kami merencanakannya sejak aktivitas selesai hingga gelaran berikutnya. Bagaimana langkah kita meningkatkan standar? Bagaimana agar terus menjadi lebih baik? Tahun ini, ada begitu banyak caranya," jelas Rubin, nan menyebut hasil aktivitas tahun ini "sangat spektakuler." (People/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·