Peternak mengecek kondisi ayam petelurnya di area peternakan Koperasi Saudara Unggas Mandiri di Kelurahan Pengawu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (14/5/2026).(ANTARA/Basri Marzuki)
PERNAHKAH Anda bertanya-tanya kenapa telur ayam berukuran besar terkadang justru dibanderol dengan nilai lebih murah dibandingkan telur nan berukuran kecil? Fenomena ini sering kali memicu kebingungan di tingkat konsumen, namun rupanya jawabannya bukan terletak pada kualitas nutrisi, melainkan pada sistem pasar dan pola konsumsi masyarakat.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, mengungkapkan bahwa kejadian nilai ini berangkaian erat dengan sistem penjualan telur di Indonesia nan kebanyakan menggunakan satuan kilogram (kg). Dalam sistem ini, jumlah butir telur per kilogram menjadi aspek penentu minat pembeli.
"Sebagian besar konsumen telur ayam di masyarakat merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka menginginkan telur ukuran mini agar dalam satu kilogram bisa berisi 16 butir alias lebih. Hal inilah nan menyebabkan telur berukuran besar kurang diminati, sehingga harganya relatif lebih murah," jelas Prof Niken.
Ukuran Bukan Penentu Kualitas
Meskipun harganya berbeda, Prof Niken menegaskan bahwa ukuran telur tidak menentukan kualitas maupun keamanan pangan. Selama ayam dipelihara dengan manajemen nan baik dan diberi pakan berkualitas, telur besar maupun mini mempunyai nilai keamanan nan sama untuk dikonsumsi.
Selain ukuran, aspek bentuk lain nan sering diperhatikan masyarakat adalah warna kerabang alias cangkang. Variasi warna dari cokelat hingga putih murni dipengaruhi oleh aspek genetik dari strain ayam serta kesiapan pigmen dalam pakannya.
Berikut adalah faktor-faktor nan memengaruhi karakter telur ayam menurut Prof Niken Ulupi:
| Ukuran/Bobot Telur | Genetik, kecukupan nutrien pakan, manajemen pemeliharaan, dan umur ayam (semakin tua ayam, telur semakin besar). |
| Warna Kerabang (Cangkang) | Faktor genetik (strain ayam) dan kesiapan pigmen dalam pakan. |
| Kualitas Internal | Lama penyimpanan (terutama di suhu ruang) dan kesehatan ayam. |
Panduan Memilih Telur Berkualitas
Untuk memastikan konsumen mendapatkan produk terbaik, Prof Niken membagikan beberapa tips praktis saat membeli telur di pasar maupun swalayan:
- Kondisi Fisik: Pilih telur dengan kerabang nan halus, bersih, dan warnanya merata.
- Keutuhan: Pastikan cangkang tidak retak apalagi pecah.
- Bentuk: Pilih telur dengan corak oval nan normal.
- Peneropongan (Candling): Jika tersedia perangkat peneropong, pilihlah telur dengan kantong udara nan tetap mini pada bagian ujung tumpulnya, nan menandakan telur tetap segar.
Ia juga mengingatkan bahwa kesegaran telur sangat dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Telur nan baru dihasilkan mempunyai kualitas nan jauh lebih baik dibandingkan telur nan sudah lama disimpan pada suhu ruang.
"Telur nan kondusif dikonsumsi adalah telur nan dihasilkan dari ayam sehat, telur nan baru dihasilkan, serta telur nan diolah secara betul dan sehat," pungkasnya. (Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·