Mengenalkan Ekonomi Sirkular melalui Ekowisata Jakarta

1 jam yang lalu 3
Mengenalkan Ekonomi Sirkular melalui Ekowisata Jakarta Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekarang tak lagi hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menghadirkan pengalaman belajar langsung di alam melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026, nan membujuk puluhan siswa SMK, komunitas, dan pegiat lingkungan menjelajahi beragam area ekowisata di Jakarta dalam program one day tour.

Sebanyak 35 peserta diajak mengenal praktik wisata berkelanjutan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, hingga pentingnya menjaga ekosistem perkotaan.

Melalui pendekatan interaktif, aktivitas ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa ruang hijau di ibu kota bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga laboratorium pembelajaran lingkungan.
Perjalanan diawali di Taman Wisata Lebah, Jakarta Timur. Di letak ini peserta mempelajari peran lebah dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengenal beragam produk hasil budidaya lebah, hingga menyaksikan simulasi panen madu.

Suasana belajar dikemas secara menyenangkan. Selain mendapatkan penjelasan dari pengelola, para peserta mengikuti beragam permainan interaktif nan menguji pengetahuan tentang lingkungan.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian aktivitas dengan mengenakan kaus putih dan topi bertuliskan Jakarta Ecotourism Festival 2026.

Usai mengunjungi Taman Wisata Lebah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Payung Tunas Teratai di Jakarta Timur.

Di area hijau seluas sekitar tiga hektare tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, dan hortikultura.

Melalui aktivitas ini, peserta dikenalkan pada proses penanaman hingga pemeliharaan beragam jenis tanaman, sekaligus memahami pentingnya ruang hijau sebagai bagian dari ketahanan lingkungan dan pangan di wilayah perkotaan.

Destinasi terakhir adalah area Agro Edu Wisata Cilangkap alias Kebun Bibit Cilangkap, Jakarta Timur. Kawasan ini menjadi ruang belajar terbuka nan menggabungkan kegunaan rekreasi, konservasi, dan edukasi pertanian dalam satu area terpadu.

Di letak tersebut, peserta belajar langsung mengenai praktik bercocok tanam, mengenal keanekaragaman hayati, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui aktivitas pertanian nan berkelanjutan.

Selain menikmati suasana alam nan tetap asri di tengah area perkotaan, para peserta diajak memandang gimana konsep agroeduwisata dapat menjadi media edukasi nan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026, Disparekraf DKI Jakarta berupaya memperkenalkan konsep ekowisata sebagai bagian dari style hidup berkelanjutan.

Festival ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata edukatif, tetapi juga memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan pendekatan belajar nan memadukan pengalaman langsung dan aktivitas interaktif, program ini diharapkan bisa membentuk generasi nan lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta nan semakin hijau, bersih, dan berkelanjutan. (H-2)

Selengkapnya