Ilustrasi(Dok Kemenhan)
MENTERI Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan kebutuhan perangkat utama sistem senjata (alutsista) dan amunisi TNI mulai terpenuhi seiring dengan langkah pemerintah memperkuat keahlian pertahanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menhan Sjafrie usai menyaksikan langsung latihan terintegrasi tiga matra TNI nan digelar di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).
Sjafrie menilai hasil latihan campuran tersebut menjadi bukti konkret bahwa kesiapan personel maupun perlengkapan tempur TNI makin handal untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Saya sudah memandang langsung bahwa kekuatan tempur TNI, baik dari alutsista maupun kualitas pengelolaan serta kebutuhan amunisi mulai dari kaliber mini sampai kaliber besar, sudah dipenuhi," kata Sjafrie.
Sjafrie mengungkapkan kondisi TNI saat ini jauh lebih siap jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya nan tetap diwarnai keterbatasan, terutama pada kesiapan amunisi dan support alutsista.
Ia menambahkan bahwa pencapaian sasaran latihan di Dabo Singkep menjadi bagian nyata dari program revitalisasi pembangunan kekuatan pertahanan nasional nan terus digenjot sepanjang tahun 2026.
"Hasil latihan menunjukkan TNI bisa menjawab tantangan dalam menjaga dan mengamankan kedaulatan NKRI melalui kesiapan personel maupun perlengkapan tempur," ujarnya.
Uji Kemampuan Infiltrasi Udara Tiga Matra
Dalam rangkaian latihan terintegrasi tersebut, TNI menguji beragam skenario tempur, salah satunya keahlian penyelundupan udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL).
Skenario penerjunan di sekitar drop zone Bandara Dabo Singkep itu melibatkan pesawat CN-235 dari Skadron Udara 27 Biak, prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), serta personel Yonif 328.(H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·