Menteri PU Ungkap Jurus Swasembada Pangan: Sawah Basah Setahun Penuh

1 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadikan pembangunan waduk dan irigasi untuk mendukung sasaran swasembada pangan nasional. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga sepanjang tahun sehingga produktivitas petani dapat meningkat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan kesiapan air menjadi aspek paling mendasar dalam mewujudkan ketahanan pangan. Artinya untuk meningkatkan produksi pertanian tidak cukup mengandalkan pupuk dan benih, tetapi juga didukung sistem irigasi nan baik.

"Kalau kita melihatnya, jika pangan mau kuat alias jika mau swasembada pangan ya otomatis airnya kudu pasti dulu. Bagaimanapun juga padi itu butuh air. Karena itu konsentrasi kita memastikan sawah-sawah tidak lagi berjuntai pada air hujan, tetapi mendapatkan pasokan air dari waduk maupun embung nan kita bangun," ujar Dody dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (2/7/2026).

Selama ini persoalan nan paling sering dikeluhkan petani memang berangkaian dengan pupuk dan benih. Namun di lapangan, keterbatasan pasokan air juga menjadi penyebab rendahnya produktivitas pertanian di sejumlah daerah.

"Kalau pupuk ada, bibit ada, tenaga ada, tapi airnya tidak ada kan jadi masalah. Tugas kami di Kementerian PU memastikan air di tempat-tempat penampungan betul-betul bisa mengalir ke sawah sepanjang 12 bulan. Harapan kita petani bisa panen sampai tiga kali dalam setahun. Memang tantangannya banyak, tetapi begitu irigasi dibenahi, rata-rata produktivitas meningkat dari satu kali panen menjadi satu separuh hingga dua kali panen dalam setahun," katanya.

Namun sebagian besar lahan pertanian justru berjuntai pada jaringan irigasi nan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Selama bertahun-tahun banyak saluran irigasi wilayah nan belum tersentuh perbaikan lantaran keterbatasan anggaran dan pembagian kewenangan. Pemerintah mempercepat perbaikan jaringan irigasi wilayah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi.

"Pak Presiden memandang persoalannya ada di situ. Karena itu beliau mengeluarkan Inpres Irigasi sehingga kami bisa bersama-sama dengan kepala wilayah membenahi irigasi provinsi maupun kabupaten. Irigasi wilayah ini jauh lebih luas dibandingkan irigasi nasional dan selama ini nyaris tidak tersentuh. Itu nan sekarang kami kejar di 2026 dan 2027 agar air bisa mengalir lebih optimal ke sawah-sawah masyarakat," ungkapnya.

Dody menambahkan, perbaikan irigasi menjadi bagian krusial dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Pemerintah mau memastikan keberhasilan produksi pangan tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

"Alhamdulillah pada 2025 kita bisa mencapai swasembada pangan. Tetapi tugas kami tetap sangat banyak. Karena itu irigasi wilayah kudu terus dibenahi agar pasokan air semakin baik dan sasaran swasembada pangan bisa terus dipertahankan sesuai pengarahan Presiden," pungkas Dody.

Perkuat Konektivitas Desa, Kemen PU Bangun Jalan Desa - Jembatan GantungPerkuat Konektivitas Desa, Kemen PU Bangun Jalan Desa - Jembatan Gantung Foto: CNBC INDONESIA

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya