Mifa-BEL dan Menwa UTU Bersihkan Makam Pejuang Pocut Baren

1 jam yang lalu 3
Mifa-BEL dan Menwa UTU Bersihkan Makam Pejuang Pocut Baren Pembersihan dan perawatan ringan makam pejuang wanita Aceh, Pocut Baren, di Gampong Tungkop.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari (Mifa-BEL) berbareng Resimen Mahasiswa (Menwa) 112/Johan Pahlawan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh membersihkan dan melakukan perawatan ringan makam pejuang wanita Aceh, Pocut Baren, di Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.

Kegiatan nan digelar Jumat (7/8) tersebut dilakukan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Puluhan tenaga kerja Mifa-BEL dan personil Menwa UTU terlibat dalam pembersihan kompleks makam, pengecatan bangunan, serta tabur bunga.

Kegiatan dilanjutkan dengan samadiah, zikir, dan angan berbareng untuk Pocut Baren, para pengikutnya, serta para syuhada nan gugur dalam perjuangan melawan penjajahan.

Komandan Satuan Menwa 112/Johan Pahlawan UTU, Reza Munandar, mengatakan aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya generasi muda mengenang jasa para pejuang sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Ini komitmen nyata dari kami, generasi muda nan tergabung dalam Menwa Universitas Teuku Umar. Tidak hanya melatih bentuk dan mental, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air dan menghormati jasa para pahlawan,” ujar Reza kepada Media Indonesia, Sabtu (8/8).

Menurut Reza, makam Pocut Baren bukan hanya situs sejarah, tetapi juga simbol perjuangan masyarakat Aceh dalam melawan penjajahan. “Merawatnya adalah tanggungjawab moril semua pihak untuk menjaga agar warisan sejarah ini tetap hidup,” katanya.

TENTANG POCUT BAREN
Pocut Baren merupakan pejuang dan ustadz wanita Aceh nan lahir sekitar 1880 di Gampong Tungkop. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh perlawanan terhadap kolonial Belanda dan pernah bergerilya berbareng Cut Nyak Dhien.

Setelah Cut Nyak Dhien ditangkap dan diasingkan ke Sumedang, Pocut Baren melanjutkan perjuangan berbareng para pengikutnya. Ia kemudian gugur dalam perlawanan terhadap Belanda di wilayah Gunung Mancang, Aceh Barat.

Reza mengapresiasi support Mifa-BEL dalam aktivitas pelestarian makam tersebut. Menurutnya, kerjasama antara perusahaan dan generasi muda diperlukan untuk menjaga peninggalan sejarah. “Kami bangga bisa bekerja sama dengan mitra nan mempunyai visi sama dalam merawat nilai-nilai luhur bangsa,” kata Reza.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap situs sejarah sekaligus memastikan kisah perjuangan para pahlawan tetap dikenal oleh generasi berikutnya. (E-2)

Selengkapnya