Misteri Struktur Raksasa di Pusat Bima Sakti Terpecahkan Setelah 40 Tahun

1 jam yang lalu 3
Misteri Struktur Raksasa di Pusat Bima Sakti Terpecahkan Setelah 40 Tahun Ilustrasi(magnifik)

MISTERI struktur raksasa nan membentang di wilayah pusat Galaksi Bima Sakti akhirnya mulai terpecahkan. Setelah lebih dari 40 tahun menjadi teka-teki di kalangan astronom, penelitian terbaru mengungkap bahwa struktur tersebut bukan berasal dari aktivitas lubang hitam supermasif di pusat galaksi, melainkan terbentuk akibat aktivitas bintang-bintang masif di sekitarnya.

Struktur nan dikenal sebagai Galactic Center Lobe (GCL) itu pertama kali ditemukan pada awal 1980-an melalui pengamatan gelombang radio. Selama bertahun-tahun, para intelektual menduga struktur tersebut merupakan sisa ledakan besar alias semburan daya dari pusat Bima Sakti.

Namun, penelitian terbaru nan dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics menunjukkan hasil berbeda. Tim astronom menemukan bahwa Galactic Center Lobe sebenarnya merupakan gelembung gas terionisasi nan terbentuk oleh radiasi ultraviolet dan angin kuat dari gugusan bintang bermassa besar.

Penelitian tersebut dilakukan menggunakan info dari MeerKAT, teleskop radio milik South African Radio Astronomy Observatory (SARAO).

Dengan resolusi pengamatan nan lebih tinggi, para peneliti bisa memetakan corak serta karakter struktur tersebut secara lebih rinci dibandingkan studi sebelumnya.

Hasil kajian menunjukkan bahwa Galactic Center Lobe berada lebih dekat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Hal itu membikin para intelektual menyimpulkan bahwa struktur tersebut bukan merupakan kejadian nan langsung berangkaian dengan inti Galaksi Bima Sakti.

Menurut tim peneliti, radiasi dan angin bintang nan terus-menerus menghantam gas antarbintang selama jutaan tahun bisa membentuk gelembung raksasa nan terlihat menjulang dari arah pusat galaksi. Temuan ini sekaligus mengoreksi dugaan lama nan menyebut bahwa struktur tersebut berasal dari aktivitas lubang hitam supermasif Sagittarius A*.

Penemuan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai gimana hubungan antara bintang-bintang masif dan lingkungan antarbintang dapat menghasilkan struktur kosmik berskala sangat besar. Selain itu, hasil penelitian ini juga membantu intelektual menyusun model nan lebih jeli mengenai perkembangan Galaksi Bima Sakti.

Para astronom berambisi penelitian lanjutan dapat mengungkap apakah kejadian serupa juga terjadi di galaksi lain. Dengan semakin canggihnya teknologi teleskop radio, beragam misteri nan selama ini menyelimuti alam semesta diperkirakan bakal semakin banyak terjawab.

Temuan ini menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan teknologi observasi bisa mengubah pemahaman intelektual terhadap objek-objek luar angkasa nan telah lama menjadi misteri.

Sumber: Astronomy & Astrophysics

Selengkapnya