Trump menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham di Washington, mengenang sahabat politiknya itu. Namun tingkah lakunya menarik perhatian.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri upacara pemakaman Senator Partai Republik Lindsey Graham di Washington, AS, Selasa (28/7/2026) waktu setempat. (REUTERS/Evan Vucci)
Dalam momen tersebut, Trump mengenang Graham sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di politik AS sekaligus sahabat dekatnya, apalagi sempat menawarkan permen Tic Tac kepada Wakil Presiden dan Menteri Keuangannya saat upacara berlangsung. (Tangkapan Layar Video Reuters/U.S. NETWORK POOL)
Aksi Trump membagikan permen Tic Tac menarik perhatian lantaran mengingatkan pada kampanye pilpres 2024. Saat itu, Trump menggunakan sebungkus Tic Tac sebagai perangkat peraga untuk mengkritik penanganan inflasi oleh pemerintahan sebelumnya, dengan menunjukkan gimana nilai produk tersebut meningkat. (Tangkapan Layar Video Reuters/U.S. NETWORK POOL)
Dalam pidatonya, Trump menggambarkan Graham sebagai sosok nan mempunyai perhatian besar terhadap beragam bentrok internasional. "Dia sangat garang – dia tidak pernah memandang perang nan tidak disukainya. Tidak ada perihal krusial nan terjadi di mana pun di bumi tanpa Lindsey Graham mempunyai pandangan tentang perihal itu," ujar Trump. (Alex Brandon/Pool via REUTERS)
Trump juga mengenang perjalanan hubungannya dengan Graham. Keduanya sempat bentrok pada awal pekerjaan politik Trump, sebelum akhirnya menjadi sekutu dekat di Partai Republik. Menurut Trump, Graham kemudian menjadi kawan bermain golf favorit sekaligus salah satu orang kepercayaannya dalam menghadapi dinamika politik di Washington. (REUTERS/Evan Vucci)
Dalam pidatonya, Trump turut melontarkan candaan mengenai kejadian saat kampanye presiden 2016, ketika dia membagikan nomor telepon seluler Graham kepada publik sehingga senator tersebut dibanjiri panggilan telepon. Trump mengatakan peristiwa itu justru menjadi awal dari persahabatan mereka nan berjalan selama bertahun-tahun. "Dia tidak berakhir menelepon saya setelah itu," kata Trump disambut tawa para pelayat. (Alex Brandon/Pool via REUTERS)
Lindsey Graham meninggal bumi secara mendadak akibat penyakit jantung pada 11 Juli dalam usia 71 tahun. Sebelum wafat, dia baru saja memenangkan pemilihan pembukaan Partai Republik untuk maju pada masa kedudukan kelima di Senat. (JIM LO SCALZO/Pool via REUTERS)
Senator asal South Carolina itu dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan luar negeri AS nan lebih aktif, termasuk dukungannya terhadap Israel dan Ukraina. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Pemakaman Graham dihadiri sejumlah tokoh krusial dari dalam dan luar negeri, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Finlandia, Alexander Stubb hingga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu nan datang ke Washington untuk memberikan penghormatan terakhir. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
source on Google

21 jam yang lalu
7







English (US) ·
Indonesian (ID) ·