Stasiun Gambir.(Dok. Antara)
PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah berkoordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI untuk menyiapkan integrasi antara Stasiun MRT Monas dan Stasiun Gambir. Langkah ini diambil guna meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi di jantung DKI Jakarta.
Rencana integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan Stasiun MRT Monas nan terletak di sisi barat dengan Stasiun Gambir di sisi timur area Monumen Nasional. Proyek ini melangkah selaras dengan proses revitalisasi Stasiun Gambir nan saat ini sedang diupayakan oleh pihak KAI.
"Kami sudah berjumpa dengan manajemen KAI untuk menyiapkan perencanaan hubungan dari Stasiun Monas dengan Stasiun Gambir. Desain penyambungannya tetap dalam tahap pengembangan," ujar Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Tata Kelola dan Operasional
Selain mematangkan kreasi konektivitas fisik, MRT Jakarta juga tengah menyiapkan skema tata kelola operasional untuk stasiun-stasiun di koridor tersebut. Nantinya, pemeliharaan (maintenance) Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin bakal dikelola langsung oleh PT MRT Jakarta di bawah koordinasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menjamin keandalan akomodasi publik.
PT MRT Jakarta menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin, nan masuk dalam paket pengerjaan CP 201 Fase 2A, dapat selesai dan beraksi penuh pada akhir tahun 2027.
Progres Pembangunan CP 201
Weni memaparkan bahwa saat ini progres pembangunan bentuk CP 201 nan menghubungkan area Bundaran HI hingga Monas telah mencapai nomor 92 hingga 93 persen. Fokus pengerjaan saat ini meliputi penyelesaian interior stasiun, pemasangan sistem mekanikal-elektrikal, pekerjaan arsitektural, hingga tahap penyelesaian akhir (finishing).
"Untuk CP 201 ini kita sudah di nomor 92 menuju 93 persen. Insya Allah selesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beraksi di akhir 2027," tambahnya.
Meski dihadapkan pada dinamika ekonomi dunia dan perubahan nilai tukar Rupiah, MRT Jakarta memastikan pagu anggaran proyek CP 201 dengan perkiraan nilai Rp4,1 triliun tetap terjaga dan sesuai dengan perjanjian awal.
Integrasi ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat nan menggunakan kereta api jarak jauh di Stasiun Gambir untuk beranjak ke moda transportasi MRT Jakarta secara efisien, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik di ibu kota. (Ant/H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·