Munas IKA PTKIN Hasilkan Gagasan Perluas Keanggotaan Alumni

4 hari yang lalu 8
Munas IKA PTKIN Hasilkan Gagasan Perluas Keanggotaan Alumni Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA)

FORUM Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) telah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 13-17 Juli di Jakarta, aktivitas itu pun menghasilkan sejumlah pendapat nan menjadi dasar penguatan kelembagaan dan ekspansi peran IKA PTKIN.

Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN, Idrus Marham, menyampaikan salah satu pendapat nan dihasilkan dari aktivitas itu adalah ekspansi keanggotaan tidak hanya mencakup alumni 59 kampus Islam. IKA PTKIN siap merangkul perguruan tinggi swasta, kampus umum, hingga perguruan tinggi berbasis kepercayaan lain.

“Ini (Gagasan) adalah catatan pemikiran nan disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. nan tentu kelak ini adalah modal dasar dalam rangka untuk menjadikan Islam Indonesia pada episentrum dalam rangka transformasi peradaban dunia,” kata Idrus di Jakarta, Jumat (17/7).

Gagasan selanjutnya nan juga lahir dari aktivitas itu adalah deklarasi Asta Muharram, Idrus menyampaikan terdapat 8 poin krusial dalam deklarasi ini termasuk menghadirkan aktivitas tahunan Festival Muharam nan mana mempunyai sejumlah aktivitas termasuk seminar mengenai keislaman, pagelaran kuliner, hingga aktivitas berbasis budaya keislaman.

“Juga bagian dari pada Asta Muharram ini adalah kami berkomitmen pada penguatan peran kesejarahan umat Islam dalam konsolidasi keumatan kebangsaan. Ini perlu kami pelihara dan perkuat dengan menghadirkan sebuah kitab (Tokoh Islam dalam transformasi peradaban Dunia), sehingga nilai-nilai kesejarahan peran keumatan pada masa lampau bisa terus lestari,” ujar Idris.

Dalam rangkain Musyawarah Nasional, juga digelar Seminar Nasional bertema Transformasi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru. Seminar tersebut membahas karakter Islam Indonesia nan dinilai mempunyai kekhasan dibandingkan praktik keagamaan di beragam negara.

Menurut Idrus, Islam Indonesia tidak hanya menjadi kepercayaan kebanyakan secara jumlah pemeluk, tetapi juga berkembang dengan karakter moderat, mengedepankan nilai rahmatan lil alamin, serta bisa menjembatani kehidupan berakidah dengan beragam aspek kehidupan sosial. Dan kedepannya perihal ini perlu digaungkan lebih luas. 

"Ini kudu bekerja lebih intensif lagi secara kontinu, berkesinambungan, untuk menyusun agenda-agenda tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi tentu juga kelak bakal dilakukan di di beberapa negara-negara lain dalam rangka untuk mensosialisasikan pikiran-pikiran ini," tukasnya.

Adapun Musyawarah Nasional nan digelar pada 13 Juli diikuti sekitar 240 pengurus alumni dari 59 PTKIN.  Kegiatan itu membahas tiga agenda utama, ialah penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, penyusunan program kerja Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN, serta perumusan pokok-pokok pikiran organisasi sebagai kontribusi terhadap isu-isu keumatan dan kebangsaan, baik pada tingkat nasional maupun global. (H-2)

Selengkapnya