Pola tidur memengaruhi obesitas.(Magnific)
OBESITAS pada anak dan remaja bukan lagi sekadar persoalan berat badan berlebih. Kondisi ini telah berkembang menjadi tantangan kesehatan nan dapat mempengaruhi kualitas hidup sejak usia awal hingga meningkatkan akibat beragam penyakit kronis saat dewasa.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menjelaskan bahwa anak dan remaja dengan obesitas mempunyai akibat lebih tinggi mengalami penyakit jantung, glukosuria jenis 2, serta beragam akibat terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya rasa percaya diri
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak dan remaja nan tidak memperoleh waktu tidur nan cukup mempunyai akibat lebih tinggi mengalami beragam masalah kesehatan, termasuk obesitas, glukosuria jenis 2, gangguan kesehatan mental, hingga kesulitan berkonsentrasi dan penurunan prestasi belajar. Karena itu, tidur tidak hanya dipandang sebagai waktu istirahat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Remaja Dianjurkan Tidur 8–10 Jam Setiap Malam
Durasi tidur nan dibutuhkan setiap orang berbeda sesuai usia. CDC merekomendasikan agar remaja berumur 13 hingga 18 tahun mendapatkan waktu tidur 8 - 10 jam setiap malam, sedangkan anak usia 6 - 12 tahun memerlukan 9 - 12 jam tidur setiap hari. Namun, info CDC menunjukkan sebagian besar siswa sekolah menengah tetap tidur kurang dari jumlah nan dianjurkan pada malam hari saat sekolah.
CDC menyebut bahwa tidur nan cukup membantu anak dan remaja tetap konsentrasi saat belajar, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung performa akademik. Sebaliknya, kekurangan tidur dalam jangka panjang berangkaian dengan meningkatnya akibat beragam gangguan kesehatan, termasuk obesitas.
Pencegahan Obesitas Tidak Bertumpu pada Satu Kebiasaan
NHLBI menegaskan bahwa tidak ada satu langkah nan bisa mencegah obesitas secara sendiri-sendiri. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui kombinasi beragam kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dengan kalori nan sesuai kebutuhan, melakukan aktivitas bentuk setidaknya 60 menit setiap hari, membatasi waktu penggunaan layar hingga sekitar dua jam alias kurang di luar keperluan belajar, serta memastikan anak dan remaja memperoleh tidur nan cukup setiap malam. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan untuk memantau pertumbuhan dan indeks massa tubuh (BMI) sesuai usia.
Tidur nan cukup merupakan salah satu komponen krusial dalam strategi pencegahan obesitas, berbareng pola makan bergizi, aktivitas bentuk nan teratur, dan mengatur waktu layar. Membangun kebiasaan tidur nan baik sejak awal dapat menjadi investasi sederhana untuk menjaga kesehatan fisik, mendukung tumbuh kembang, serta mengurangi akibat beragam penyakit kronis di masa depan. (National Heart, Lung, and Blood Institute, Centers for Disease Control and Prevention/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·