Jakarta, CNN Indonesia --
Dani Olmo menolak permintaan maaf asisten pembimbing Argentina, Roberto Ayala atas perselisihan nan terjadi dalam final Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara dengan Valencia Capital Radio, dilansir dari ESPN, Ayala meminta maaf telah mencekik Olmo, tetapi menyebut itu dilakukan atas reaksi perkataan Olmo.
"Bagi saya, kita perlu menarik garis pemisah dan membiarkannya begitu saja. Itu lebih seperti dorongan daripada pukulan, bukan pukulan seperti nan mereka gambarkan," kata Ayala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah reaksi terhadap sesuatu nan dia katakan, tapi hanya itu. Jika saya berjumpa dengannya, saya pasti bakal meminta maaf kepadanya secara langsung."
Kepada media Spanyol, Catalan Diari de Terrassa, Olmo menyatakan menolak permintaan maaf Ayal. Baginya tidak perlu ada maaf jika sang pelaku tidak mengakui perbuatannya.
"Seseorang nan mengatakan mereka menyesal, tetapi membenarkan pukulan dengan mengatakan itu adalah tanggapan terhadap sebuah komentar, jelas tidak menyesal lantaran dia berbohong."
"Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf. nan betul-betul mendefinisikan kita bukanlah kesalahan, melainkan keberanian untuk mengakuinya," katanya.
Pemain Barcelona itu menjelaskan, nan dia lakukan sebagai pemain profesional, baik di klub maupun negara, menunjukkan kepada keluarganya bahwa dia layak untuk dijadikan figur reflektif.
"Ketika anak-anak saya, family saya, dan semua fans menonton pertandingan, saya mau mereka bangga dengan gimana kami berkompetisi, gimana kami menang," kata Olmo.
"Dan nan terpenting, dengan perilaku kami, lantaran pentingnya sepak bola berfaedah bahwa kami para pemain adalah contoh bagi anak-anak dan generasi baru, dan itu membawa tanggung jawab nan besar."
(abs/jun)
Add
as a preferred source on Google

57 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·