ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut krisis di Selat Hormuz ikut menjadi salah satu penyebab nilai bawang putih di dalam negeri merangkak naik. Gangguan pada jalur pelayaran internasional disebut memicu lonjakan biaya logistik dari China, negara pemasok utama bawang putih ke Indonesia.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan, kenaikan nilai bawang putih dipicu kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ongkos pengedaran dari negara asal.
"Indikasi kenaikan ini salah satunya adalah penguatan nilai dolar terhadap rupiah alias pelemahan mata duit rupiah terhadap dolar AS, di mana ini memicu kenaikan nilai di negara asalnya, ialah nan paling besar adalah dari negara China, dan ini juga dipicu salah satunya adalah kenaikan biaya distribusi," kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (13/7/2026).
Menurutnya, kenaikan ongkos logistik tersebut berangkaian dengan akibat krisis Selat Hormuz. Berdasarkan info Shanghai Container Freight Index, kapal-kapal berbendera China sekarang menjadi rebutan banyak negara sehingga biaya pengiriman dari China ke Indonesia ikut melonjak.
"Pascaadanya krisis Selat Hormuz, kapal-kapal nan berbendera China ini setiap negara saling berebut menggunakan, alias menyewa, alias menggunakan kapal-kapal berbendera China. Ini nan menjadi pemicu salah satunya ada kenaikan cost biaya logistik alias pengedaran dari negara produsen, ialah negara China ke negara kita," jelasnya.
Di tengah tekanan biaya tersebut, nilai bawang putih di dalam negeri tetap berada di atas nilai referensi penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Per 10 Juli 2026, nilai satuan nasional bawang putih jenis Honan tercatat mencapai Rp39.315 per kilogram (kg), alias 5,5% di atas nilai referensi nan ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Di wilayah non-Maluku dan Papua, nilai bawang putih Honan berada di level Rp38.096 per kg, sedikit di atas nilai referensi Rp38.000 per kg. Sementara di wilayah Maluku dan Papua, harganya melonjak hingga Rp64.867 per kg, alias 62% di atas nilai referensi Rp40.000 per kg.
Untuk bawang putih jenis kating, nilai rata-rata nasional mencapai Rp41.270 per kg alias 4,56% di atas nilai acuan. Di wilayah non-Maluku dan Papua, harganya mencapai Rp40.172 per kg, sedangkan di Maluku dan Papua mencapai Rp63.353 per kg, alias 58,38% di atas nilai acuan.
Sebagai langkah menekan harga, Nawandaru mengatakan, pihaknya sekarang berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag untuk mengubah pola pengedaran bawang putih impor, terutama ke area timur Indonesia.
"Kami saat ini juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan kami di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, di mana salah satu atensi dari rapat koordinasi sebelumnya adalah untuk mendorong, apakah memungkinkan pelaku upaya alias importir ini bisa dropping kapal-kapal tersebut sandar di pelabuhan-pelabuhan utama di area timur, lantaran memang secara info perkembangan nilai wilayah timur ini sangat signifikan mengalami kenaikan," kata Nawandaru.
Ia berambisi kapal pembawa bawang putih impor dapat langsung bersandar di pelabuhan utama di area timur sehingga biaya pengedaran menjadi lebih efisien dan nilai jual dapat ditekan.
"Kita harapkan dengan kita mendorong pelaku upaya bisa dropping ke pelabuhan-pelabuhan utama, khususnya di wilayah area timur, ini bisa lebih mengurangi cost biaya logistik dan bisa lebih mudah ditransfer alias didistribusikan ke wilayah-wilayah area timur, nan saat ini tekanan harganya sangat signifikan di atas nilai acuan," ujarnya.
Meski sistem impor berkarakter business to business (B2B), Kemendag berambisi para importir dapat mengikuti imbauan tersebut agar pengedaran bawang putih lebih efisien dan disparitas harga, khususnya di Indonesia timur, dapat berangsur menurun.
Tangkapan layar dari paparan Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (13/7/2026). (Tangkapan layar Youtube Kemendagri) Foto: (Tangkapan layar Youtube Kemendagri)
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·