Pabrik Garmen di Jepara Tutup, 670 Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan

1 hari yang lalu 3
Pabrik Garmen di Jepara Tutup, 670 Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan Ratusan pekerja PT Samwon Busana Indonesia terancam PHK setelah dipastikan perusahaan garmen di Jepara tersebut tutup pasangan awal Agustus mendatang.(MI/Akhmad Safuan)

SEBANYAK 670 pekerja di Kabupaten Jepara terancam menganggur, setelah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sebuah pabrik garmen di wilayah ini pada awalnya Agustus 2926 mendatang, lantaran perusahaan bakal tutup. 

Pemantauan Media Indonesia Senin (20/7) ratusan pekerja garmen  PT Samwon Busana Indonesia di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara mulai resah lantaran bakal mulai menganggur, sehubungan perusahaan tempatnya bekerja bakal mulai tutup pada awal Agustus 2026 mendatang. 

Bahkan kepastian perusahaan nan berpusat di Korea Selatan ini tutup, setelah sejumlah perwakilan dari perusahaan tersebut melaporkan pemberitahuan mengenai rencana penutupan operasional perusahaan ke Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara.

"Kami tidak tahu lagi untuk kedepannya, saat ini perusahaan mulai memproses PHK dan memberikan pesangon ke pekerja, " kata seorang pekerja wanita pasrah. 

Perusahaan garmen di Jepara ini, ungkap pekerja lain nan enggan disebutkan namanya, sudah mulai goyah sejak beberapa tahun lalu, apalagi sebelum rencana tutup permanen pada awal Agustus mendatang, telah melakukan pengurangan tenaga kerja hingga ratusan orang dan sekarang tetap ratusan lagi tersisa bakal menyusul. 

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza membenarkan perihal itu, apalagi berasas laporan nan diterima sebanyak 670 pekerja nan tersisa saat ini di perusahaan tersebut bakal terkena akibat penutupan pabrik nan berlokasi di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. 

"Benar pihak perwakilan perusahaan telah melaporkan rencana penutup pabrik  PT Samwon Busana Indonesia nan ada di Jepara pada awal Agustus 2026 mendatang, sehingga sebagai konsekwensi penutupan tersebut maka ratusan pekerja nan tersisa saat ini bakal terinbas PHK, " ujar Zamroni Lestiaza. 

Masih menurut laporan, ungkap Zamroni Lestiaza, perusahaan PT Samwon Busana Indonesia di Jepara terus mengalami kerugian sejak 5 tahun lalu, beragam upaya dilakukan untuk tetap dapat bangkit kembali termasuk dengan melakukan efesiensi pengurangan 120 tenaga kerja beberapa waktu lalu.

"Namun rupanya tetap tidak dapat bertahan, hingga akhirnya tutup, " tambahnya. 

Terkait dengan PHK terhadap ratusan pekerja tersebut, demikian Zamroni Lestiaza, tetap diminta agar selama kurun waktu nan tersisa beberapa hari ini, agar perusahaan menyelesaikan kewajibannya ialah pesangon, namun pihak perusahaan hanya bisa memberikan 50 persen dari ketentuan lantaran merugi. 

Menghadapi kondisi banyaknya kasus PHK  ini, Pemkab Jepara telah berupaya melakukan langkah agar penduduk dapat bekerja dengan mengadakan Job Fair 2026 untuk mengisi 2.000 lowongan pekerjaan nan kemudian diakses oleh 1.500 tenaga kerja. "Masih ada kesempatan lowongan pekerjaan nan belum terisi, " imbuhnya. (AS)

Selengkapnya