Head of Clinic SMART Dental Muara Karang, James Lai.(Dok.Istimewa)
KESEHATAN gigi sekarang semakin menjadi bagian krusial dari kualitas hidup masyarakat modern. Tidak hanya berangkaian dengan penampilan dan rasa percaya diri, kondisi gigi juga berkedudukan besar dalam kenyamanan saat makan, berbicara, hingga menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 56,9% masyarakat usia di atas 3 tahun mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya 11,2% nan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat bahwa masalah seperti karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi tetap menjadi tantangan utama kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.
Salah satu kondisi nan tetap sering dianggap sepele adalah kehilangan gigi, baik akibat gigi berlubang, penyakit gusi, trauma, maupun aspek usia. Padahal, kehilangan satu alias beberapa gigi dapat berakibat pada banyak hal, mulai dari berkurangnya keahlian mengunyah, perubahan susunan gigi, hingga gangguan pada keseimbangan gigitan.
Dalam jangka panjang, gigi nan lenyap dan tidak segera ditangani juga dapat memengaruhi kondisi gigi disekitarnya serta kenyamanan pasien dalam beraktivitas sehari-hari.
Menurut Head of Clinic SMART Dental Muara Karang, James Lai, perawatan implan gigi bukan sekadar tindakan mengganti gigi nan hilang, tetapi juga memerlukan perencanaan klinis nan tepat.
“Implan gigi bukan hanya tentang mengganti gigi nan hilang, tetapi juga mengembalikan kegunaan kunyah, kenyamanan, dan rasa percaya diri pasien. Karena itu, setiap pasien perlu melalui pemeriksaan terlebih dulu untuk menilai kondisi tulang rahang, gusi, serta kebutuhan perawatan secara keseluruhan. Dengan perencanaan nan tepat, hasil perawatan dapat menjadilebih nyaman, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” ujar James dikutip dari keterangan tertulis nan diterima, Minggu (19/7).
Menjawab kebutuhan masyarakat terhadap info dan solusi perawatan gigi nan lebih terencana, SMART Dental menghadirkan SMART Dental Implant Week “Kembali Tersenyum” pada 24–31 Juli 2026. Program edukatif ini berfokus pada konsultasi seputar kondisi gigi hilang, sekaligus memberikan kesempatan bagi pasien baru untuk mendapatkan free comprehensive dental check-up nan mencakup cuma-cuma initial consultation, dan panoramic X-ray selama periode program berlangsung.
MENGGANTI GIGI HILANG
Melalui program ini, SMART Dental mau membujuk masyarakat untuk lebih memahami pentingnya mengganti gigi nan lenyap dengan pilihan perawatan nan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Melalui SMART Dental Implant Week, pasien dapat berkonsultasi langsung dengan master gigi untuk memahami kondisi gigi dan mulutnya secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan ini menjadi langkah krusial sebelum menentukan pilihan perawatan, termasuk apakah implan gigi merupakan solusi nan sesuai alias diperlukan perawatan pendukung lainnya terlebih dahulu.
Sebagai bagian dari program ini, SMART Dental juga menghadirkan beragam special privileges untuk membantu pasien memulai perawatan dengan lebih mudah dan terencana. Selain itu, pasien nan memulai perawatan implan selama periode program juga berkesempatan mendapatkan benefit tambahan, seperti pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan master dan implant care kit untuk mendukung perawatan setelah tindakan.
SMART Dental sendiri merupakan klinik gigi modern nan mengusung filosofi Science Meets Art and Technology, ialah memadukan skill klinis, pendekatan estetika, dan teknologi dalam setiap perawatan. Dengan pendekatan tersebut, SMART Dental berkomitmen untuk menghadirkan jasa kesehatan gigi nan modern, nyaman, berkualitas, dan tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia. (E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·