Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), menargetkan nilai tukar nelayan (NTN) dapat menembus level 120 dalam dua tahun ke depan. Target tersebut diyakini bisa tercapai melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) nan dilengkapi beragam akomodasi penunjang untuk memperkuat posisi tawar nelayan.
Zulhas mengatakan, saat ini nilai tukar nelayan tetap berada di level 103, jauh di bawah nilai tukar petani (NTP) nan telah mencapai 127. Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih bakal memutus ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sehingga pendapatan mereka meningkat.
"Begini, ya. Kampung Nelayan itu kan sudah jelas. Bayangin saja nelayan kita itu kan rajin-rajin, dia melaut dapat ikan. Ikannya banyak, sampai di darat dia nggak punya daya tawar. Tengkulak bermain. Berapapun diminta tengkulak, dia jual. Kalau nggak jual, busuk," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di instansi pusat KKP, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
"Maka pendapat nan sangat mulia dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Menteri Kelautan dan Perikanan (Sakti Wahyu Trenggono), dibangun Kampung Nelayan. Di situ disiapin balai lelang, cold storage, pabrik es, disambungkan dengan pasar-pasar nan lain, tambatan kapalnya juga, ya. Jadi disiapkan sarana-prasarana," sambungnya.
Ia menjelaskan dengan adanya cold storage, nelayan tidak lagi dipaksa menjual hasil tangkapannya saat nilai ditekan tengkulak. Bahkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga bakal menjadi penyerap ikan andaikan belum terserap pasar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, berbareng Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat ditemui usai Rakortas di Kantor Pusat KKP, Jakarta, Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
"Nah, jadi jika dia bawa ikan banyak, ditawar murah-murah tengkulak, dia bisa nggak jual, ditaruh dulu di cold storage. Kalau nggak laku juga, koperasi beli. Kerjasama (juga) dengan SPPG, gitu," jelas dia.
Sejalan dengan itu, Zulhas menjelaskan nilai tukar nelayan saat ini tetap berada di level 103, jauh di bawah nilai tukar petani nan sudah meroket ke level 127 berkah program swasembada beras. Karenanya, sekarang pemerintah secara paralel juga bakal konsentrasi meningkatkan nilai tukar nelayan, melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
"Sekarang nilai tukar nelayan itu 103. Bayangkan. Nilai tukar petani padi 127. Tahun 2024 nilai tukar petani padi itu 104, sekarang 127," tuturnya.
"Tadi paparan Pak Menteri Kelautan, nan sudah dibangun dan jalan Kampung Nelayan Merah Putih, itu produktivitasnya naik sampai 30%. Pertumbuhan ekonomi antara 5,4% sampai 16%. Jadi dalam tempo dua tahun, jika itu bisa kita sukseskan program ini, Kampung Nelayan, maka dalam dua tahun nilai tukar nelayan dari 103 bisa 120 lebih, gitu," ujar Zulhas.
Dalam kesempatan nan sama, Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini. Hingga saat ini, sebanyak 65 kampung nelayan telah selesai dibangun dan jumlahnya terus bertambah.
"(Target nan dibangun tahun ini) 1.369. Tahun ini," pungkasnya.
(wur)
Addsource on Google

16 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·