Pameran Foto Perkuat Literasi Publik tentang Sekolah Rakyat sebagai Wujud Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan

5 jam yang lalu 6
Pameran Foto Perkuat Literasi Publik tentang Sekolah Rakyat sebagai Wujud Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan Ilustrasi(Dok Istimewa)

PAMERAN Foto dan Talkshow berjudul "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" sukses diselenggarakan di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan nan berjalan sejak 21 hingga 25 Juli 2026 tersebut menjadi ruang edukasi publik untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Program Sekolah Rakyat melalui perpaduan obrolan publik dan pameran karya fotografi bertema human interest.

Talkshow menghadirkan Pengamat Pendidikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Dr. Alpha Amirrachman, serta Fotografer Senior Arbain Rambey sebagai narasumber. Keduanya membahas peran Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus pentingnya fotografi sebagai media komunikasi publik nan efektif.

Dalam paparannya, Dr. Alpha Amirrachman menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional nan lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. 
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menjangkau anak-anak dari golongan rentan melalui penyediaan jasa pendidikan nan komprehensif, termasuk penerapan sistem berasrama (boarding school), sehingga setiap anak memperoleh kesempatan belajar nan setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfaedah sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia nan berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Pendekatan tersebut diharapkan bisa mendukung upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penguatan akses terhadap pendidikan nan berkualitas.

Sementara itu, Arbain Rambey menekankan bahwa fotografi mempunyai peran strategis sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan substansi kebijakan publik kepada masyarakat. Menurutnya, karya fotografi bisa menghadirkan narasi nan lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan akibat nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik.

Arbain juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pameran tersebut, nan tercermin dari banyaknya karya fotografi nan masuk dan kualitas visual nan dinilai bisa merepresentasikan semangat pemerataan pendidikan di Indonesia. Ia menilai fotografi merupakan media nan berkarakter universal sehingga dapat menjangkau beragam lapisan masyarakat tanpa memerlukan penjelasan nan panjang.

Pada sesi diskusi, narasumber menegaskan bahwa pendekatan visual melalui fotografi menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat. Melalui karya-karya nan ditampilkan, masyarakat diajak memahami bahwa setiap anak mempunyai kewenangan nan sama untuk memperoleh pendidikan nan layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Special Performance Fashion Show by Rumah Quinsa sebagai bagian dari rangkaian acara. Melalui penyelenggaraan pameran dan talkshow ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat semakin meningkat, sekaligus memperkuat support publik terhadap penyelenggaraan kebijakan pendidikan nan inklusif, bermutu, dan berkeadilan dalam mendukung terwujudnya visi Asta Cita di bagian pendidikan. (H-2)

Selengkapnya