Panda Bond RI Laris Manis di China, Permintaan Masuk hingga Rp45 T

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia telah merampungkan publikasi surat utang dunia berdenominasi kurs asing yuan alias Panda Bond kemarin, Kamis (24/7/2026). Dalam rilis perdana ini, pemerintah melepas senilai CNY 7 miliar alias sekitar Rp18,58 triliun (dengan dugaan kurs Rp2.655/CNY) alias sekitar US$1 miliar.

Dari catatan DJPPR Kemenkeu, Indonesia menawarkan dua tenor, ialah tenor tiga tahun senilai CNY 5,6 miliar alias sekitar Rp 14,86 triliun serta tenor lima tahun sebesar CNY 1,4 miliar alias sekitar Rp 3,59 triliun.

Suminto Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengungkapkan bahwa Panda Bond mengalami oversubscribed sebanyak 2,4 kali.

"(Oversubscribed) 2,4 kali. Printed sebanyak CNY7 miliar dan order book CNY 17 miliar," kata Suminto kepada CNBC Indonesia, Kamis malam (24/7/2026).

Dengan demikian permintaan alias order nan masuk mencapai CNY 17 miliar alias setara dengan Rp 45,23 triliun. Rinciannya, permintaan Panda Bond tenor 3 tahun mencapai CNY12,38 miliar alias sekitar Rp32,86 triliun dengan bid-to-cover ratio 2,2 kali dan CNY 4,62 miliar alias sekitar Rp 12,26 triliun untuk tenor lima tahun dengan bid-to-cover ratio 3,3 kali.

Dari penawaran perdana ini, Kemenkeu menetapkan Panda Bond tenor tiga tahun senilai CNY 5,6 miliar ditetapkan dengan yield sebesar 1,90% dan tenor lima tahun senilai CNY1,4 miliar mempunyai yield sebesar 2,19%. Adapun, setelmen publikasi Panda Bond dijadwalkan berjalan pada 30 Juli 2026.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya