Karhutla Seluas 81 Hektare di Lahan Gambut Pematang Pudu Bengkalis Padam Total

1 jam yang lalu 2
Karhutla Seluas 81 Hektare di Lahan Gambut Pematang Pudu Bengkalis Padam Total Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda lahan gambut seluas 81 hektare di Desa Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, padam total.(Dok.Istimewa)

Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda lahan gambut seluas 81 hektare di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, resmi dinyatakan padam total alias clear.

Tim pemadam darat dari Manggala Agni dibantu tim campuran TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat peduli api (MPA) serta tim satgas udara helikopter water bombing berjibaku selama sepekan terakhir untuk melakukan pemadaman di letak tersebut.

“Proses pemadaman di Pematang Pudu telah dinyatakan padam total. Terima kasih atas segala angan dan semangat. Seluruh tim Manggala Agni dalam kondisi sehat dan selamat pulang ke markas masing-masing," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, Jumat (24/7).

Dijelaskannya, tahap terakhir operasi ditutup dengan aktivitas pendinginan dan mopping up oleh tim Manggala Agni Daops Dumai untuk memastikan tidak ada lagi bara api nan tersisa di dalam lapisan gambut.

Ia juga mengungkapkan, rasa syukur atas tuntasnya operasi pemadaman serta mengapresiasi seluruh personel nan bekerja di lapangan.

"Manggala Agni Daops Dumai sudah menyelesaikan proses mopping up di titik-titik nan sebelumnya tetap menyisakan bara. Akhirnya seluruh rangkaian operasi telah selesai dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, operasi pemadaman di Pematang Pudu menghadapi beragam tantangan. Selain karakter lahan gambut nan menyimpan bara di bawah permukaan, personel juga sempat mengalami keterbatasan sumber air akibat kemarau. Bahkan, di sejumlah letak mereka kudu memanfaatkan kanal-kanal mini nan debit airnya terus menyusut untuk melakukan penyiraman.

Meski demikian, kerja tanpa henti para personel, ditambah support water bombing dari udara serta hujan nan sempat turun pada Kamis (23/7) awal hari, mempercepat proses pendinginan hingga akhirnya seluruh titik api sukses dipadamkan.

“Kami terus bersiap siaga untuk menghadapi tandus dan El Nino tahun ini. Kami ingatkan agar tidak lagi melakukan pembakaran untuk pembukaan kebun baru di rimba dan lahan lantaran dapat mengakibatkan Karhutla,” tegasnya. (E-2)

Selengkapnya