Panen Padi Bersamaan Bulan Maulid, Petani Aceh Siapkan Kenduri

1 jam yang lalu 3
Panen Padi Bersamaan Bulan Maulid, Petani Aceh Siapkan Kenduri Petani tengah memanen padi dengan menggunakan mesin pemotong padi di Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

MUSIM panen padi gadu alias musim tanam kedua di sejumlah wilayah Aceh bertepatan dengan datangnya bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah. Kondisi tersebut disambut syukur petani lantaran hasil panen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan family sekaligus mendukung tradisi kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.

Muslim, tokoh petani asal Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, mengatakan petani mulai memanen padi menjelang 12 Rabiul Awal 1448 H nan diperkirakan jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.

“Alhamdulillah kami sudah mulai panen padi. Insya Allah bisa untuk kenduri syukuran memperingati kelahiran Rasulullah Muhammad SAW,” kata Muslim kepada Media Indonesia, Minggu (23/8).

Menurut Muslim, hasil panen musim gadu tahun ini belum optimal lantaran sebagian tanaman padi sempat terserang (benih)penyakit wereng cokelat. Namun, momentum panen nan bertepatan dengan bulan Maulid tetap menjadi argumen bagi petani untuk bersyukur.

Tradisi kenduri Maulid telah berjalan turun-temurun di Aceh. Perayaan biasanya dimulai pada 12 Rabiul Awal dan dapat berjalan hingga beberapa bulan setelahnya. Kenduri menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Kalau datang bulan Maulid, tidak sedang panen saja kita rayakan hari kelahiran Nabi. Kalau pas musim panen tentu lebih besar lagi kendurinya, bisa mengundang para tamu ke rumah,” kata Farida, penduduk Aceh.

Di Kabupaten Pidie, panen padi gadu mulai berjalan di sejumlah kecamatan, antara lain Indrajaya, Peukan Baro, Mila, Sakti, Keumala, dan Titeue. Musim panen di wilayah tersebut diperkirakan berjalan hingga dua bulan ke depan.

Sementara itu, masyarakat di sejumlah wilayah Aceh Utara juga telah menyiapkan kebutuhan untuk kenduri Maulid. Hadijah, penduduk Gampong Aron Pirak, Kecamatan Matangkuli, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak sekitar tiga bulan lalu.

Ia menyiapkan beragam bahan pangan, termasuk belasan ekor ayam kampung nan dipelihara untuk kebutuhan kenduri pada 12 Rabiul Awal 1448 H.

“Meskipun dua pekan lampau belum ada persediaan biaya besar, untuk lusa kenduri Maulid 12 Rabiul Awal insya Allah pasti, meski hanya sangat sederhana. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar Hadijah.

Hadijah berambisi kenduri tetap dapat dilaksanakan meski dengan keahlian nan terbatas. Bagi masyarakat setempat, seremoni Maulid menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan sosial nan terus dipertahankan dari generasi ke generasi. (E-2)

Selengkapnya