ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping kembali menggencarkan perang melawan korupsi di lingkaran elite Partai Komunis. Kali ini, mantan personil Politbiro sekaligus pejabat senior Partai Komunis China, Ma Xingrui, resmi dipecat dari partai setelah dinyatakan terlibat dalam beragam praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan.
Pemecatan Ma menjadikannya sebagai personil aktif ketiga dari badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis nan tersingkir sejak 2025. Langkah tersebut memperlihatkan semakin intensifnya kampanye antikorupsi nan dijalankan Xi Jinping terhadap pejabat tinggi partai, pemerintahan, maupun militer.
Ma sebelumnya juga menjabat sebagai wakil kepala golongan ketua pusat urusan pedesaan. Pada April lalu, dia mulai diselidiki atas dugaan melakukan "pelanggaran serius terhadap norma dan disiplin", istilah nan lazim digunakan Partai Komunis China untuk merujuk pada kasus korupsi.
Mengutip laporan instansi buletin resmi Xinhua, hasil penyelidikan menemukan bahwa Ma menyalahgunakan kewenangannya dalam proses seleksi dan pengangkatan pejabat dengan memberikan untung kepada pihak tertentu.
Selain itu, dia juga disebut secara tidak semestinya mengatur penempatan pekerjaan bagi sejumlah orang.
Tak hanya itu, Ma dituduh menerima bingkisan secara ilegal, membantu personil keluarganya membeli properti dengan nilai di bawah nilai pasar, serta terlibat dalam praktik pertukaran kekuasaan, uang, dan hubungan seksual demi memperoleh keuntungan.
Penyelidikan juga menemukan bahwa Ma membiarkan personil keluarganya memanfaatkan pengaruh kedudukan nan dimilikinya untuk meraup untung dalam jumlah besar.
Otoritas China menyebut praktik tersebut sebagai corak "korupsi keluarga" dalam skala besar.
Selain itu, Ma juga diduga menerima duit dan aset dalam jumlah sangat besar secara ilegal. Namun, Xinhua tidak mengungkapkan nilai duit maupun aset nan diterima Ma.
Hingga buletin ini ditulis, Ma Xingrui tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan mengenai tuduhan maupun keputusan pemecatan tersebut.
Kasus Ma menjadi eskalasi terbaru dalam kampanye antikorupsi nan telah dijalankan Xi Jinping selama bertahun-tahun sejak menjadi pemimpin China.
Operasi pemberantasan korupsi itu telah menyeret banyak pejabat senior dari Partai Komunis, pemerintahan hingga militer.
Pada Januari lalu, pemerintah China juga membuka penyelidikan dugaan korupsi terhadap Zhang Youxia, jenderal paling senior di militer China.
Sementara itu, He Weidong, mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat China, telah lebih dulu dipecat dari Partai Komunis pada Oktober tahun lampau lantaran kasus korupsi.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·