Pelau Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Resmi Ditetapkan jadi Tersangka

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Pelau Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Resmi Ditetapkan jadi Tersangka Pria berinisial MY (34), tersangka dalam kasus ancaman peledak di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi,(Dok. Antara)

POLRES Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan laki-laki berinisial MY (34) sebagai tersangka dalam kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. Aksi teror tersebut dilakukan pelaku tepat pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengonfirmasi penetapan status norma tersebut setelah interogator mengantongi minimal dua perangkat bukti nan sah.

"Sudah ditetapkan tersangka. Ada dua perangkat bukti," ujar Iskandarsyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/7).

Atas perbuatannya, MY dijerat dengan Pasal 601 KUHP mengenai ancaman teror. Berdasarkan hasil investigasi sementara, tersangka mengaku melakukan tindakan nekat tersebut lantaran argumen iseng. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mendalami motif sebenarnya di kembali ancaman nan meresahkan penduduk sekolah tersebut.

Fakta menarik terungkap bahwa MY sebelumnya pernah mengirimkan pesan ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, saat itu masalah diselesaikan secara kekeluargaan setelah ketua RT membujuk MY berkomunikasi secara langsung.

Kronologi Teror saat Upacara MPLS

Teror bom ini bermulai ketika seorang pembimbing kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) menerima pesan pribadi melalui aplikasi WA pada Senin (13/7) pagi, saat upacara MPLS sedang berlangsung. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyatakan bahwa pihak kepolisian segera bergerak sigap mengecek tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari pihak sekolah.

Dalam pesan singkat tersebut, peneror menyatakan telah menyiapkan peledak di 11 titik di lingkungan sekolah dan menakut-nakuti bakal meledakkannya dalam hitungan menit. Pelaku juga memperingatkan pihak sekolah agar tidak melapor kepada abdi negara kepolisian.

"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini bakal meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," bunyi pesan ancaman nan dikirimkan tersangka. (Ant/H-3)

Selengkapnya