Pemakaman Massal 112 Korban Gaza akibat Serangan Israel Digelar

1 jam yang lalu 3
Pemakaman Massal 112 Korban Gaza akibat Serangan Israel Digelar Pemakaman penduduk Gaza.(Al Jazeera)

RATUSAN penduduk Palestina menggelar pemakaman massal bagi 112 korban nan baru sukses dievakuasi dari reruntuhan gedung di Kota Gaza pada Selasa (4/8) waktu setempat. Prosesi ini menjadi salah satu pemakaman terbesar sejak perang meletus nyaris tiga tahun lalu, sekaligus mengakhiri penantian panjang family nan selama ini belum mengetahui nasib kerabat mereka.

Suasana duka menyelimuti lahan kosong nan dikelilingi bangunan-bangunan rata akibat serangan udara. Puluhan tandu disusun berjajar, masing-masing ditutupi bendera Palestina. Pengeras bunyi mengalunkan musik duka saat ratusan pelayat memadati letak untuk memberikan penghormatan terakhir.

Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa seluruh korban tewas dalam serangan Israel pada akhir 2023. Jenazah mereka baru ditemukan setelah proses pencarian intensif di bawah timbunan puing nan berjalan selama berbulan-bulan.

Kepastian bagi Keluarga Korban

Ahmed Abu Sharia, personil family besar para korban, mengungkapkan bahwa pemakaman ini akhirnya memberikan kepastian bagi family nan selama ini menunggu dalam ketidakpastian. Ia menegaskan bahwa tragedi ini merupakan luka mendalam bagi seluruh rakyat Palestina.

"Kami datang untuk berkabung atas para syuhada kami; anak-anak, perempuan, dan para lansia. Ini adalah pemakaman bagi rakyat Palestina lantaran mereka adalah korban. Banyak orang tetap berada di bawah reruntuhan. Mereka tidak bertempur dan tidak mengangkat senjata," ujar Ahmed.

Direktur Operasi Pertahanan Sipil Gaza, Mohammad Al-Mughayyir, menjelaskan bahwa tim penyelamat memerlukan waktu 17 hari kerja tanpa henti untuk mengevakuasi seluruh jenazah. Proses pencarian berjalan sangat berat lantaran minimnya perangkat berat di wilayah tersebut.

"Dalam banyak kesempatan, kami kudu menggali beton dan baja nan melintir dengan tangan kosong. Dalam beberapa kasus, kerangka korban tetap utuh dan hanya busana nan menyatukan tulang-belulang mereka," tutur Al-Mughayyir.

Ribuan Jenazah tetap Tertimbun

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengungkapkan kebenaran memilukan bahwa 44 dari 112 jenazah nan ditemukan merupakan anak-anak. Seluruh korban tersebut diketahui berasal dari satu family besar nan sama.

Bassal juga memperkirakan tetap ada lebih dari 8.000 jenazah lain nan tertimbun puing-puing gedung di beragam wilayah Jalur Gaza. Upaya pemindahan kali ini sedikit terbantu oleh dua ekskavator nan disediakan oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Juru bicara ICRC di Jerusalem, Pat Griffiths, membenarkan bahwa pihaknya menyewa perangkat berat dari sektor swasta untuk mendukung operasi evakuasi. Namun, dia mengakui bahwa prasarana nan hancur membikin kesiapan perangkat berat sangat terbatas.

Konteks Krisis Gaza:

  • Sekitar 68 juta ton puing gedung berceceran di seluruh Jalur Gaza.
  • Lebih dari 60% masyarakat Gaza kehilangan tempat tinggal.
  • Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 73.000 orang tewas sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Situasi Keamanan Pascagencatan Senjata

Meskipun gencatan senjata telah bertindak sejak Oktober tahun lalu, situasi keamanan di Gaza belum sepenuhnya pulih. Serangan udara dan tembakan artileri tetap dilaporkan terjadi nyaris setiap hari. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 1.252 penduduk Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, sementara pasukan Israel sekarang menguasai nyaris 70% wilayah Gaza.

Pada upacara pemakaman tersebut, para pelayat berdiri berbanjar di atas hamparan pasir untuk menunaikan salat jenazah. Beberapa tandu tampak dilengkapi dengan foto korban nan sukses diidentifikasi, menjadi pengingat nyata atas skala kehilangan nan dialami penduduk Gaza. (AFP/I-2)

Selengkapnya