Kader kesehatan memeriksa bak penampungan air saat penyelenggaraan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) di Sanggrahan, Mojotengah, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (5/7/2024)(ANTARA/ANIS EFIZUDIN)
KASUS deman berdarah dengue (DBD) 2026 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hingga minggu ke-30 tercatat 122 kasus dengan satu kematian.
Sementara, kasus DBD di Klaten tahun ini turun drastis dari periode nan sama tahun sebelumnya, nan mencapai 410 kasus dan tiga meninggal.
Penurunan drastis kasus DBD di Klaten, terjadi berkah kesadaran masyarakat nan meningkat dalam gerakan antisipasi dan pencegahan penyebaran DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, Selasa (4/8), mengatakan penyebaran DBD dapat ditekan dengan melibatkan seluruh pihak dan masyarakat.
“Penurunan drastis kasus DBD di Klaten, adalah berkah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam aktivitas serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” imbuhnya.
Selain PSN, peran ahli pemantau jentik nyamuk (jumantik) dan kebersihan lingkungan penduduk juga turut menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Langkah strategis tersebut, sukses menurunkan DBD di Klaten. Hingga periode minggu ke-30 tahun ini, DBD tercatat 122 kasus dan satu kematian.
“Jika dibandingkan dengan periode nan sama tahun 2025, nan mencapai 410 kasus dengan tiga meninggal, kasus DBD di Klaten 2026 turun drastis,” ujarnya.
Meski kasus DBD mengalami penurunan signifikan, Anggit mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan aktivitas PSN, jumantik, dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi, PSN, jumantik, serta kebersihan lingkungan dan percepatan penanganan medis kunci penurunan drastis kasus DBD di Kabupaten Klaten 2026,” paparnya.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·