Pembinaan Lapas Karawang: Sulap Lahan Kosong Jadi Kawasan Ketahanan Pangan

2 jam yang lalu 5
 Sulap Lahan Kosong Jadi Kawasan Ketahanan Pangan Ilustrasi(Dok SS YouTube deHakims Story)

ADA kalanya sebuah kunjungan justru menjadi ruang perenungan nan mengubah langkah pandang tentang kehidupan. Itulah nan dirasakan presenter Irfan Hakim saat mengunjungi LASKAR Farm (Sarana Asimilasi dan Edukasi/SAE) Lapas Kelas IIA Karawang. 

Datang dengan ketertarikannya pada bumi peternakan, Irfan justru pulang membawa pelajaran tentang makna syukur, harapan, dan kesempatan kedua. 

Pemanfaatan lahan seluas tujuh hektare. Empat hektare di antaranya digunakan sebagai area lapas, sementara tiga hektare lainnya dikembangkan menjadi area produktif nan diisi peternakan, pertanian, perkebunan, hingga perikanan.

Sebagai pegiat peternakan, perhatian Irfan semula tertuju pada kandang-kandang ternak. Ia mengawasi budidaya ayam KUB, peternakan domba dorper dan texel, penggemukan sapi, hingga proses penetasan telur nan dikelola warga binaan.

Namun semakin jauh dia melangkah, semakin luas pula pandangannya. Baginya, nan dibangun di Lapas Karawang bukan sekadar peternakan, melainkan proses membangun kembali manusia.

Irfan memandang penduduk bimbingan tidak hanya bekerja di peternakan, tetapi juga mengikuti beragam aktivitas pembinaan mulai dari pramuka, olahraga, training keterampilan, barista, kesenian, hingga pembinaan keagamaan. Rutinitas mereka tersusun sejak sebelum Subuh hingga sore hari dengan aktivitas nan produktif.

Di sela kunjungannya, Irfan juga menyoroti beragam program nan dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Saat memandang area persawahan, perkebunan, hingga peternakan nan dikelola penduduk binaan, dia menilai langkah tersebut penerapan nyata dari 15 Program Aksi  Menteri Imipas Agus Andrianto dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bagian ketahanan pangan.

"Setiap jengkal tanah dimanfaatkan terus. Ini luar biasa. Saya memandang sendiri gimana lahan nan tadinya kosong sekarang menjadi sawah, kebun, peternakan, dan semuanya produktif. Ini bukan sekadar pembinaan, tapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan," kata Irfan melalui kanal YouTubenya, Kemarin (22/7).

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Menteri Agus nan sukses mendorong seluruh jejeran pemasyarakatan menjalankan program-program berakibat bagi masyarakat.

"Yang saya lihat hari ini bukan hanya slogan. Programnya betul-betul berjalan. Arahan Pak Menteri Agus Andrianto diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan. Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh petugas nan bisa menghadirkan pembinaan nan produktif sekaligus mendukung program pemerintah," ujar Irfan.

Perjalanan bersambung ke beragam akomodasi pembinaan lainnya seperti Wartelsus (warung telekomunikasi khusus), rumah ibadah bagi seluruh pemeluk agama, ruang laundry, area olahraga, sawah, kebun, hingga peternakan nan seluruhnya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter penduduk binaan.

Di tengah kunjungan itu, Irfan beberapa kali mengungkapkan rasa syukurnya. Ia membujuk masyarakat untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain hanya lantaran berada di luar tembok penjara.

"Jangan merasa bersih. Bisa jadi kita juga punya banyak kesalahan nan tetap Allah tutupi. Mereka sedang menjalani proses memperbaiki diri," ungkapnya penuh haru.

Menurutnya, kebebasan nan dimiliki setiap orang merupakan nikmat nan sering kali terlupakan. Karena itu dia mengingatkan agar kesempatan tersebut digunakan untuk melakukan hal-hal nan bermanfaat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma'ruf Prasetyo, menegaskan bahwa seluruh program pembinaan nan dijalankan sejalan dengan pengarahan Menteri Agus. 

"LASKAR Farm bukan hanya menghasilkan produk peternakan dan pertanian. nan paling krusial adalah membentuk karakter, tanggung jawab, disiplin, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah," ujar Ma'ruf.

Irfan mengaku membawa pengalaman spiritual nan tak terlupakan. Baginya, hidayah bisa datang dari mana saja, termasuk dari kembali tembok lembaga pemasyarakatan. (H-2)

Selengkapnya