Pemerintah Dorong TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Jadi Model

2 jam yang lalu 4
Pemerintah Dorong TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Jadi Model Pemerintah mendorong TOD Summarecon Bekasi menjadi model kota terintegrasi.(Dok. Summarecon Bekasi)

PEMERINTAH mendorong pengembangan area berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Summarecon Bekasi menjadi model pembangunan kota terintegrasi di Indonesia, seiring upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kemacetan di area perkotaan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pengembangan area berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Summarecon Bekasi menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.

AHY mengatakan, pengembangan area perkotaan berbasis transportasi publik diperlukan untuk menciptakan kota nan lebih terintegrasi, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kita mendorong agar TOD alias pengembangan wilayah perkotaan berbasis transit seperti nan sedang dikembangkan di letak ini bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia,” kata AHY saat menghadiri groundbreaking pengembangan area TOD Stasiun Bekasi Ekstensi, Jumat (24/7).

Menurut dia, pembangunan TOD kudu dilakukan melalui sinergi dan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengintegrasikan area tempat tinggal dengan pusat pekerjaan, pendidikan, bisnis, perbelanjaan, kesehatan, dan beragam akomodasi pendukung kehidupan sehari-hari.

“Kalau sebuah area bisa mengintegrasikan tempat tinggal masyarakat, tempat bekerja, pendidikan, bisnis, belanja, kesehatan, dan seluruh akomodasi pendukung kehidupan sehari-hari, idealnya kualitas hidup masyarakat bakal semakin baik,” ujarnya.

AHY menilai, pengembangan area nan terintegrasi dengan transportasi publik dapat membantu mengurai kemacetan dan mengurangi waktu perjalanan masyarakat.

Penghematan waktu perjalanan tersebut, kata dia, bakal memberikan faedah ekonomi sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas kehidupan keluarga.

Ia menambahkan, Kota Bekasi mempunyai posisi strategis sebagai salah satu kota penyangga Jakarta. Karena itu, pertumbuhan masyarakat dan pembangunan wilayah kudu dikelola dengan perencanaan nan matang.

“Kawasan Jabodetabek menjadi salah satu center of gravity yang sangat krusial dan kudu kita jaga daya dukungnya,” kata AHY.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk, keterbatasan ruang, dan menurunnya daya dukung wilayah dapat menimbulkan beragam persoalan ekonomi dan sosial andaikan tidak ditangani melalui kebijakan pembangunan nan tepat.

AHY juga menekankan bahwa pengembangan TOD kudu sesuai dengan rencana tata ruang serta mempunyai kepastian status lahan.

“Pengembangan kota dan wilayah kudu diletakkan secara baik sesuai dengan rencana tata ruang wilayahnya. Lahannya juga kudu dipastikan dalam kondisi clear and clean agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pembangunan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan akibat nyata bagi masyarakat.

“Dampaknya buat masyarakat apa? Seharusnya membikin masyarakat bisa hidup lebih baik, lebih nyaman, dan lebih produktif,” kata AgusAHY

Wakil Menteri Perhubungan Suntana, menilai groundbreaking pembangunan ekstensi Stasiun Bekasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat jaringan perkeretaapian. Menurut dia, pembangunan perkeretaapian saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata ruang perkotaan dan mendorong masyarakat beranjak menggunakan transportasi massal.

“Melalui ekspansi Stasiun Bekasi ini, kita sedang merajut masa depan konektivitas perkotaan nan lebih modern untuk menampung peningkatan kapabilitas jasa dan integrasi antarmoda yang seamless,” kata Suntana.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan groundbreaking pembangunan ekstensi Stasiun Bekasi bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama. Menurut dia, proyek tersebut menjadi simbol langkah maju menuju tata ruang perkotaan nan lebih baik, mobilitas nan lebih efisien, serta pertumbuhan ekonomi nan semakin inklusif.

Erwan menyebut Bekasi sebagai salah satu area krusial di Jawa Barat nan terus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, hunian, dan mobilitas masyarakat.

“Dengan hadirnya area TOD Stasiun Bekasi Ekstensi, kita berambisi Bekasi tidak hanya menjadi simpul pergerakan, tetapi juga menjadi area nan nyaman, produktif, dan layak huni,” ujar Erwan.

President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, pembangunan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan. Dalam proyek tersebut, PT Summarecon Agung Tbk TOD tersebut dengan nilai investasi sekitar Rp80 miliar.

“Stasiun ekstensi ini bakal kami bangun dalam waktu 18 bulan dengan investasi sekitar Rp80 miliar,” kata Adrianto.

Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi dengan luas gedung sekitar 6.000 meter persegi. Adrianto mengatakan, TOD ekstensi Stasiun Bekasi bakal membantu mengurai kepadatan penumpang di stasiun nan telah beraksi saat ini.

Nantinya, stasiun lama dan stasiun ekstensi bakal mempunyai pembagian kegunaan pelayanan berasas arah pergerakan penumpang. Stasiun ekstensi diproyeksikan melayani pergerakan penumpang dari area selatan dan barat, sedangkan stasiun nan telah ada tetap melayani pergerakan penumpang dari arah lainnya.

Ia berambisi proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai sasaran sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kita berambisi semuanya bisa dikawal dengan baik sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya. (Z-10)

Selengkapnya