Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin.(MI/Devi Harahap)
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI mulai mematangkan strategi sosialisasi unik untuk merangkul generasi muda menjelang Pemilu 2029. Langkah ini diambil menyusul proyeksi lonjakan jumlah pemilih dari kalangan Generasi Z (Gen Z) nan mencapai lebih dari 62 juta jiwa dan diprediksi menjadi penentu tingkat partisipasi nasional.
Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, menegaskan bahwa pendekatan konvensional tidak lagi efektif untuk menjangkau pemilih muda. Menurutnya, karakter Gen Z dan milenial memerlukan pola komunikasi nan lebih kreatif, inklusif, dan terintegrasi dengan keseharian mereka demi menekan nomor golongan putih (golput).
“Kalau Gen Z dan Gen Milenial ini memang kudu didekati dengan langkah lain. Karena itu, sebenarnya kami sudah mulai mengembangkan metode sosialisasi nan lebih dekat dengan mereka,” ujar Afifuddin di Kantor KPU RI, Senin (20/7).
Berdasarkan info KPU, komposisi pemilih saat ini tetap dipimpin oleh generasi milenial sebanyak 68.873.953 orang (32,13%). Namun, Gen Z membuntuti di posisi kedua dengan 62.639.391 pemilih alias sekitar 24,56%. Kelompok lainnya terdiri dari Generasi X (27,13%), Baby Boomer (14,29%), dan Pre-Boomer (1,89%).
Afifuddin menjelaskan bahwa pada Pemilu 2029, peran Gen Z bakal semakin dominan. Oleh lantaran itu, KPU berencana menggeser paradigma pendidikan pemilih menjadi lebih adaptif dan santai. “Kami mau metode sosialisasi itu lebih ‘pop’, lebih menggaul. Tidak kudu selalu dilakukan melalui forum-forum resmi di dalam ruangan,” imbuhnya.
Selain mengubah style komunikasi, KPU juga membuka ruang kerjasama dengan beragam organisasi masyarakat. Afifuddin mencontohkan pertemuan dengan organisasi ojek online serta inisiatif lokal di beragam wilayah sebagai upaya menjemput bola agar masyarakat antusias datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
KPU menegaskan bahwa golongan pemilih muda bakal menjadi prioritas utama dalam peta jalan menuju 2029. Dengan jumlah nan masif, kesadaran politik generasi ini dianggap sebagai kunci keberhasilan kerakyatan Indonesia di masa depan.
Melalui pendekatan nan lebih adaptif, KPU berambisi tingkat partisipasi masyarakat, khususnya anak muda, dapat meningkat secara signifikan dan memperkuat legitimasi hasil pemilu mendatang. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·