Ilustrasi(Magnific.com)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, terus memperkuat upaya penekanan penyebaran kasus HIV/AIDS di wilayahnya. Langkah strategis nan diambil meliputi penyelenggaraan skrining kesehatan secara rutin serta peningkatan pemahaman masyarakat melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Saifudin, mengungkapkan bahwa langkah preventif dan penemuan awal ini menjadi prioritas mengingat tetap ditemukannya puluhan kasus baru di Pamekasan.
"Upaya ini krusial dilakukan, lantaran berasas pendataan nan kami lakukan, puluhan orang di Pamekasan ini positif menderita HIV/AIDS," ujar Saifudin di Pamekasan, Selasa (21/7/2026).
Data Kasus dan Capaian Pengobatan
Berdasarkan laporan dari beragam puskesmas di Kabupaten Pamekasan, tercatat sebanyak 43 penduduk terkonfirmasi positif terpapar HIV/AIDS selama periode Januari hingga Juni 2026. Dari total temuan tersebut, Dinkes Pamekasan telah melakukan tindak lanjut berupa pengobatan.
Saifudin merinci bahwa sebanyak 31 penderita telah menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV). Namun, terdapat 12 orang lainnya nan hingga saat ini belum mendapatkan pengobatan medis tersebut.
"Yang 12 orang ini tidak mendapatkan pengobatan lantaran nan berkepentingan memang tidak bersedia. Sebab, pengobatan ARV ini kan tidak ada paksaan," jelasnya.
Faktor Risiko dan Kelompok Rentan
Dinas Kesehatan juga memetakan sejumlah aspek utama nan memicu penularan HIV/AIDS di Pamekasan. Beberapa di antaranya adalah perilaku hubungan seksual bebas, penyalahgunaan narkoba melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta hubungan sesama jenis.
Data menunjukkan bahwa kasus terbanyak di Kabupaten Pamekasan didominasi oleh golongan laki-laki. Adapun rentang usia penderita nan paling banyak terpapar berada pada usia produktif, ialah antara 25 hingga 40 tahun.
Guna memutus rantai penularan, Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk terus menggencarkan penguatan program KIE agar masyarakat mempunyai kesadaran tinggi terhadap ancaman dan langkah pencegahan penyakit ini. Skrining kesehatan juga bakal terus diperluas untuk memastikan setiap kasus dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·